FENOMENA HOAKS DAN MISINFORMASI DALAM KOMUNITAS MUSLIM: SOLUSI BERBASIS ETIKA INFORMASI ISLAM.
Abstract
Penyebaran hoaks dan misinformasi, terutama terkait isu agama dan sosial, telah menjadi ancaman serius yang dapat memecah belah komunitas, memicu konflik, dan merusak kepercayaan publik. Komunitas Muslim tidak imun terhadap fenomena ini, dan seringkali menjadi sasaran atau bahkan penyebar informasi yang tidak benar. Etika informasi Islam, yang menekankan tabayyun (verifikasi), kejujuran, dan tanggung jawab dalam penyampaian berita, menawarkan solusi fundamental. Latar belakang ini menyoroti urgensi etika informasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis fenomena hoaks dan misinformasi dalam komunitas Muslim dan menawarkan solusi berbasis etika informasi Islam. Metode yang digunakan adalah analisis konten narasi hoaks yang beredar di media sosial dan grup percakapan, serta wawancara mendalam dengan ulama, cendekiawan Muslim, dan aktivis anti-hoaks. Fokus analisis adalah pada jenis-jenis hoaks yang paling sering beredar, motif penyebarannya, dampaknya terhadap komunitas, dan bagaimana prinsip-prinsip etika informasi Islam (misalnya, larangan menyebarkan berita tanpa verifikasi, pentingnya kejujuran) dapat menjadi penangkal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurangnya literasi digital dan fanatisme seringkali menjadi faktor pendorong penyebaran hoaks. Pembahasan akan menguraikan strategi untuk menumbuhkan kesadaran dan praktik tabayyun di kalangan Muslim. Implikasi dari penelitian ini adalah rekomendasi bagi ulama, lembaga pendidikan, dan media massa untuk secara aktif mempromosikan etika informasi Islam, mengembangkan program literasi media, dan membangun platform verifikasi fakta, guna menciptakan komunitas Muslim yang lebih cerdas, kritis, dan bertanggung jawab dalam menerima dan menyebarkan informasi.
Â
Keywords
Refbacks
- There are currently no refbacks.













