ETIKA KOMUNIKASI ISLAM DALAM ERA DIGITAL: TANTANGAN DAN PELUANG DAKWAH KONTEMPORER.

Autor(s): Muh Riza Syaifulloh

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah pesatnya perkembangan era digital yang membawa perubahan signifikan dalam lanskap komunikasi, termasuk dalam penyampaian pesan-pesan keislaman. Era ini menawarkan peluang tak terbatas untuk dakwah menjangkau audiens global, namun juga memunculkan tantangan serius seperti penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan disinformasi yang mengancam nilai-nilai etika komunikasi Islam. Permasalahan utama adalah bagaimana etika komunikasi Islam yang bersumber dari Al-Qur'an dan Hadis dapat diimplementasikan secara efektif di ruang digital untuk menjaga kemurnian pesan dakwah dan membangun narasi positif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research) dan analisis konten terhadap teks-teks keagamaan serta praktik komunikasi digital kontemporer. Data dikumpulkan dari berbagai sumber primer dan sekunder, termasuk kitab-kitab tafsir, hadis, jurnal ilmiah, dan artikel daring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip-prinsip etika komunikasi Islam seperti qaulan sadidan (perkataan yang benar), qaulan layyinan (perkataan yang lembut), qaulan kariman (perkataan yang mulia), dan qaulan ma'rufan (perkataan yang baik) sangat relevan dan urgen diterapkan dalam komunikasi digital. Pembahasan lebih lanjut mengidentifikasi bahwa tantangan utama adalah literasi digital yang rendah dan godaan anonimitas, sementara peluangnya adalah jangkauan audiens yang lebih luas, interaktivitas, dan personalisasi pesan. Implementasi etika ini dapat meminimalisir dampak negatif dan memaksimalkan potensi dakwah digital yang konstruktif dan mencerahkan, mendorong terciptanya ekosistem digital yang sehat dan Islami.

 

Keywords

Etika Komunikasi, Era Digital, Dakwah Kontemporer, Media Sosial, Islam.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.