PERAN KOMUNIKASI DALAM RESOLUSI KONFLIK BERBASIS AGAMA: STUDI KASUS LINTAS KOMUNITAS.
Abstract
Latar belakang penelitian ini adalah fenomena konflik yang seringkali memiliki dimensi agama, menuntut pendekatan komunikasi yang sensitif dan efektif untuk resolusi konflik. Agama, yang seharusnya menjadi sumber kedamaian, kadang disalahgunakan sebagai pemicu konflik. Oleh karena itu, peran komunikasi dalam menjembatani perbedaan dan membangun dialog antarumat beragama menjadi sangat vital. Permasalahan utama adalah bagaimana komunikasi berperan dalam resolusi konflik berbasis agama, serta strategi komunikasi apa yang paling efektif untuk memfasilitasi dialog dan membangun perdamaian di antara komunitas yang berbeda agama. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus terhadap beberapa konflik berbasis agama yang berhasil diselesaikan melalui intervensi komunikasi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan mediator, tokoh agama, pemimpin komunitas, dan korban konflik, serta analisis laporan resolusi konflik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi yang efektif melibatkan dialog terbuka, mendengarkan aktif, empati, dan penekanan pada nilai-nilai kemanusiaan universal yang melampaui batas-batas agama. Pembahasan menguraikan bahwa peran tokoh agama yang moderat sebagai fasilitator, pembentukan forum dialog antaragama, dan kampanye kesadaran publik tentang pentingnya toleransi adalah kunci. Tantangan meliputi narasi provokatif, kurangnya kepercayaan, dan campur tangan pihak ketiga yang memperkeruh suasana. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi adalah tulang punggung resolusi konflik berbasis agama. Dengan membangun saluran komunikasi yang efektif, mempromosikan narasi perdamaian, dan memberdayakan aktor-aktor yang berkomitmen pada dialog, konflik dapat diatasi, dan harmoni antarumat beragama dapat diperkuat, mewujudkan Islam sebagai agama yang membawa rahmat bagi seluruh alam.
Â
Keywords
Refbacks
- There are currently no refbacks.













