ANALISIS FRAMING BERITA ISLAM DI MEDIA MAINSTREAM: STUDI KASUS ISU TERORISME.
Abstract
Latar belakang penelitian ini adalah kecenderungan media mainstream dalam meliput isu terorisme yang seringkali mengaitkannya dengan Islam, sehingga berpotensi membentuk persepsi negatif dan stereotip terhadap umat Muslim. Framing berita memiliki kekuatan besar dalam mempengaruhi cara publik memahami suatu isu. Permasalahan utama adalah menganalisis bagaimana media mainstream di Indonesia melakukan framing terhadap berita-berita yang melibatkan isu terorisme dan Islam, serta bagaimana framing tersebut mempengaruhi konstruksi makna dan opini publik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis framing Robert Entman terhadap pemberitaan isu terorisme di beberapa media mainstream terkemuka di Indonesia. Data dikumpulkan dari artikel berita, editorial, dan kolom opini yang dipublikasikan setelah peristiwa terorisme besar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media seringkali menggunakan framing "Islam sebagai sumber terorisme" atau "Muslim sebagai pelaku teror", meskipun ada juga upaya untuk menyoroti bahwa terorisme bukan ajaran Islam. Pembahasan menguraikan bahwa pemilihan kata, penggunaan gambar, penekanan pada sumber tertentu, dan penempatan berita dapat memperkuat framing tertentu. Dampaknya adalah potensi peningkatan islamofobia, diskriminasi, dan polarisasi sosial. Namun, ada juga media yang berupaya memberikan framing yang lebih seimbang dengan menyoroti peran tokoh agama dalam mengutuk terorisme. Penelitian ini menyimpulkan bahwa framing berita Islam di media mainstream, khususnya terkait isu terorisme, masih menjadi tantangan. Penting bagi media untuk mengadopsi etika jurnalisme yang lebih bertanggung jawab, menghindari generalisasi, dan memberikan konteks yang lebih luas agar peliputan tidak memperburuk kesalahpahaman, melainkan berkontribusi pada pemahaman yang lebih adil dan akurat tentang Islam dan isu terorisme.
Â
Keywords
Refbacks
- There are currently no refbacks.













