KONSEP SYURA DALAM KEPEMIMPINAN ISLAM KONTEMPORER: ANALISIS TANTANGAN DAN IMPLEMENTASI.

Autor(s): Lulud Wijayanti

Abstract

Konsep syura (musyawarah) merupakan pilar fundamental dalam kepemimpinan Islam, menekankan partisipasi, konsultasi, dan pengambilan keputusan kolektif. Namun, implementasi syura dalam konteks organisasi dan pemerintahan kontemporer seringkali menghadapi tantangan signifikan, mulai dari struktur hierarkis hingga budaya pengambilan keputusan yang top-down. Latar belakang ini menyoroti diskrepansi antara idealisme syura dan realitas praktisnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis tantangan dan peluang implementasi konsep syura dalam kepemimpinan Islam kontemporer, dengan studi kasus pada beberapa organisasi keislaman dan lembaga publik di Indonesia. Metode yang digunakan adalah kualitatif, melibatkan wawancara mendalam dengan para pemimpin dan anggota organisasi, serta analisis dokumen kebijakan dan prosedur internal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama meliputi kurangnya pemahaman yang mendalam tentang syura sebagai proses partisipatif, dominasi figur pemimpin, dan keterbatasan waktu/sumber daya. Namun, ditemukan juga bahwa syura yang berhasil dapat meningkatkan legitimasi keputusan, memperkuat kohesi tim, dan mendorong inovasi. Pembahasan akan menguraikan faktor-faktor pendorong dan penghambat implementasi syura yang efektif, termasuk peran kepemimpinan dalam memfasilitasi dialog dan menciptakan lingkungan yang inklusif. Implikasi dari penelitian ini adalah rekomendasi praktis untuk mengintegrasikan prinsip syura secara lebih efektif dalam praktik kepemimpinan, seperti pelatihan kepemimpinan partisipatif, pengembangan mekanisme konsultasi yang transparan, dan internalisasi nilai-nilai syura dalam budaya organisasi, guna membangun kepemimpinan yang lebih demokratis dan responsif.

 

Keywords

Syura, Kepemimpinan Islam, Kontemporer, Partisipasi, Pengambilan Keputusan.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.