PARADIGMA KEPEMIMPINAN SPIRITUAL DALAM TRADISI SUFI DAN APLIKASINYA.
Abstract
Tradisi Sufi, dengan penekanannya pada pemurnian jiwa, pengembangan diri, dan kedekatan dengan Ilahi, menawarkan paradigma kepemimpinan yang unik: kepemimpinan spiritual. Pemimpin Sufi tidak hanya memimpin melalui otoritas formal, tetapi juga melalui pengaruh moral, keteladanan, dan kebijaksanaan yang berasal dari kedalaman spiritual mereka. Latar belakang ini mendorong eksplorasi relevansi kepemimpinan spiritual Sufi di era modern. Penelitian ini bertujuan menganalisis paradigma kepemimpinan spiritual dalam tradisi Sufi dan mengeksplorasi potensi aplikasinya dalam konteks organisasi dan sosial kontemporer. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka hermeneutika, menafsirkan teks-teks klasik Sufi (misalnya, karya Rumi, Ghazali, Junayd) untuk mengidentifikasi prinsip-prinsip kepemimpinan spiritual, seperti keikhlasan, kerendahan hati, pelayanan, dan transformasi batin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan spiritual Sufi berfokus pada pengembangan diri pemimpin sebagai prasyarat untuk memimpin orang lain, menekankan integritas batin, empati, dan kemampuan untuk menginspirasi melalui keteladanan. Pembahasan akan menguraikan bagaimana prinsip-prinsip ini dapat diterapkan dalam lingkungan sekuler sekalipun, mendorong pemimpin untuk mengembangkan kesadaran diri, belas kasih, dan tujuan yang lebih tinggi dalam pekerjaan mereka. Implikasi dari penelitian ini adalah penyediaan wawasan berharga bagi pengembangan kepemimpinan yang lebih holistik, yang tidak hanya berorientasi pada hasil tetapi juga pada pertumbuhan spiritual dan kesejahteraan kolektif, menawarkan alternatif bagi model kepemimpinan yang terlalu materialistis dan transaksional.
Â
Keywords
Refbacks
- There are currently no refbacks.













