STRATEGI KEPEMIMPINAN DA'WAH DI TENGAH TANTANGAN SEKULARISME DAN MODERNITAS.
Abstract
Da'wah (menyeru kepada kebaikan) merupakan inti dari misi Islam, namun di era modern, da'wah menghadapi tantangan kompleks dari sekularisme, relativisme, dan gaya hidup konsumerisme. Pendekatan da'wah tradisional mungkin kurang efektif dalam menjangkau audiens yang beragam dan skeptis. Latar belakang ini menyoroti kebutuhan akan strategi kepemimpinan da'wah yang inovatif dan adaptif. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi kepemimpinan da'wah yang efektif di tengah tantangan sekularisme dan modernitas. Metode yang digunakan adalah studi kasus kualitatif pada beberapa lembaga da'wah atau individu da'i yang dikenal berhasil dalam menjangkau audiens modern. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan para da'i, pengelola lembaga, dan partisipan program da'wah, serta analisis konten media da'wah (misalnya, ceramah daring, buku, media sosial). Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang berhasil melibatkan penggunaan bahasa yang relevan, pendekatan personal, pemanfaatan teknologi digital, dan penekanan pada nilai-nilai universal Islam seperti kasih sayang, keadilan, dan rasionalitas. Pembahasan akan menguraikan bagaimana pemimpin da'wah dapat membangun jembatan komunikasi dengan audiens yang beragam, mengatasi miskonsepsi tentang Islam, dan memotivasi perubahan perilaku positif. Implikasi dari penelitian ini adalah penyediaan panduan bagi para da'i dan lembaga da'wah untuk mengembangkan kepemimpinan da'wah yang lebih strategis, adaptif, dan relevan, memastikan pesan Islam dapat diterima dan diinternalisasi oleh masyarakat modern, serta berkontribusi pada pembentukan masyarakat yang berakhlak dan berpengetahuan.
Â
Keywords
Refbacks
- There are currently no refbacks.













