PERAN PERDAGANGAN JARAK JAUH DALAM PEMBENTUKAN IDENTITAS KOTA-KOTA PESISIR DI KEKHALIFAHAN ABBASIYAH

Autor(s): Lulud Wijayanti

Abstract

Kota-kota pesisir di Kekhalifahan Abbasiyah seringkali dipandang sebagai pusat politik atau keagamaan, namun peran vital perdagangan jarak jauh dalam membentuk identitas sosial, ekonomi, dan budayanya masih kurang terungkap. Jaringan maritim yang luas menghubungkan kota-kota ini dengan dunia yang lebih besar, membawa serta komoditas dan gagasan. Penelitian ini menganalisis bagaimana aktivitas perdagangan jarak jauh memengaruhi pembentukan identitas kota-kota pesisir di Kekhalifahan Abbasiyah, dengan fokus pada interaksi antara pedagang lokal dan asing, arsitektur pasar, serta praktik keagamaan dan sosial yang berkembang. Metode yang digunakan adalah studi kasus komparatif terhadap beberapa kota pelabuhan utama, melibatkan analisis sumber-sumber geografi dan perjalanan klasik, catatan perdagangan, serta temuan arkeologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perdagangan menciptakan masyarakat kosmopolitan, mendorong inovasi ekonomi, dan memengaruhi pola konsumsi serta stratifikasi sosial. Pembahasan lebih lanjut mengungkapkan bahwa identitas kota-kota ini bersifat hibrida, mencerminkan perpaduan antara tradisi lokal dan pengaruh global. Implikasi dari temuan ini adalah pentingnya mengakui dinamika ekonomi dalam memahami evolusi sosial-budaya peradaban Islam, memperluas cakrawala penelitian sejarah Islam.

 

Keywords

Perdagangan Jarak Jauh, Kota Pesisir, Kekhalifahan Abbasiyah, Identitas Kota, Sejarah Ekonomi

Refbacks

  • There are currently no refbacks.