KONSTRUKSI ULAMA SEBAGAI OTORITAS INTELEKTUAL DI MASA DINASTI AYYUBIYAH DAN MAMLUK

Autor(s): Sentot Heru Subiyakto

Abstract

Peran ulama sebagai otoritas intelektual dalam masyarakat Islam telah berkembang seiring waktu, namun proses konstruksi dan legitimasi otoritas ini di masa Dinasti Ayyubiyah dan Mamluk, terutama pasca-Perang Salib, memerlukan analisis mendalam. Periode ini ditandai oleh konsolidasi kekuasaan politik dan kebangkitan institusi pendidikan. Penelitian ini menganalisis bagaimana ulama mengukuhkan posisi mereka sebagai otoritas intelektual di masa Ayyubiyah dan Mamluk, dengan fokus pada peran madrasah, jaringan patronase, dan respons terhadap tantangan politik serta teologis. Metode yang digunakan adalah analisis prosopografi terhadap biografi ulama terkemuka, studi kasus kurikulum madrasah, dan analisis wacana terhadap karya-karya polemik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa otoritas ulama tidak hanya didasarkan pada keilmuan, tetapi juga pada koneksi sosial, dukungan penguasa, dan kemampuan mereka untuk membentuk opini publik. Pembahasan lebih lanjut mengungkapkan bahwa mereka berhasil menciptakan hegemoni intelektual yang memengaruhi berbagai aspek kehidupan sosial dan politik. Implikasi dari temuan ini adalah pemahaman yang lebih nuansa tentang hubungan antara kekuasaan politik dan otoritas keagamaan dalam sejarah Islam, serta peran institusi pendidikan dalam membentuk elite intelektual.

 

Keywords

Ulama, Otoritas Intelektual, Dinasti Ayyubiyah, Dinasti Mamluk, Sejarah Intelektual

Refbacks

  • There are currently no refbacks.