REINTERPRETASI PERAN PEREMPUAN DALAM GERAKAN SUFI DI ABAD KETUJUH BELAS HINGGA KESEMBILAN BELAS
Abstract
Studi tentang gerakan Sufi klasik seringkali didominasi oleh figur laki-laki, mengabaikan kontribusi signifikan perempuan dalam perkembangan dan penyebaran tarekat. Keterbatasan sumber dan bias historiografi telah meminggirkan peran mereka. Penelitian ini mereinterpretasi peran perempuan dalam gerakan Sufi di abad ketujuh belas hingga kesembilan belas, dengan fokus pada partisipasi mereka dalam ritual, transmisi pengetahuan, dan kepemimpinan komunitas. Metode yang digunakan adalah studi literatur yang menyoroti sumber-sumber yang kurang dikenal seperti biografi lokal, catatan perjalanan, dan arsip keluarga, serta analisis gender terhadap praktik Sufi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan tidak hanya menjadi pengikut pasif, tetapi juga shaykha, guru, dan pelindung tarekat, yang memiliki pengaruh spiritual dan sosial yang substansial. Pembahasan lebih lanjut mengungkapkan bahwa peran mereka seringkali beroperasi di ruang-ruang privat atau semi-privat, yang kurang terdokumentasi dalam narasi publik. Implikasi dari temuan ini adalah perlunya dekolonisasi historiografi Sufi dari bias gender, pengakuan terhadap keragaman pengalaman spiritual dalam Islam, dan dorongan untuk mencari sumber-sumber alternatif yang dapat mengungkap suara-suara yang terpinggirkan.
Â
Keywords
Refbacks
- There are currently no refbacks.













