ANALISIS KRITIS HISTORIOGRAFI KOLONIAL TENTANG ISLAM DI ASIA TENGGARA
Abstract
Historiografi kolonial tentang Islam di Asia Tenggara seringkali membentuk narasi yang bias, menggambarkan Islam sebagai kekuatan yang mengganggu atau memecah belah, dan mengabaikan kompleksitas serta keragaman praktik keagamaan lokal. Perspektif ini masih memengaruhi pemahaman kontemporer. Penelitian ini melakukan analisis kritis terhadap historiografi kolonial tentang Islam di Asia Tenggara, dengan fokus pada motif di balik narasi tersebut, penggunaan sumber, dan dampaknya terhadap identitas Muslim lokal. Metode yang digunakan adalah analisis wacana terhadap karya-karya sejarawan kolonial terkemuka, perbandingan dengan sumber-sumber lokal yang kurang dikenal, dan studi kasus terhadap beberapa wilayah yang menjadi fokus historiografi kolonial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa historiografi kolonial seringkali melayani kepentingan politik penguasa, membenarkan intervensi, dan menciptakan kategori-kategori yang memecah belah. Pembahasan lebih lanjut mengungkapkan bahwa narasi ini mengabaikan agensi Muslim lokal dan kontribusi mereka terhadap pembangunan sosial. Implikasi dari temuan ini adalah perlunya dekolonisasi historiografi Islam di Asia Tenggara, mendorong penulisan sejarah dari perspektif lokal, dan merekonstruksi gambaran yang lebih otentik dan memberdayakan.
Â
Keywords
Refbacks
- There are currently no refbacks.













