PERAN ULAMA PEREMPUAN DALAM TRANSMISI HADIS DI ABAD KETUJUH DAN KEDELAPAN MASEHI
Abstract
Peran perempuan dalam transmisi hadis di abad ketujuh dan kedelapan Masehi seringkali kurang mendapat penekanan dalam historiografi Islam klasik, meskipun bukti menunjukkan partisipasi aktif mereka. Bias gender dalam dokumentasi historis telah mengaburkan kontribusi mereka. Penelitian ini menganalisis peran ulama perempuan dalam transmisi hadis di abad ketujuh dan kedelapan Masehi, dengan fokus pada jumlah mereka, jaringan keilmuan, dan dampak mereka terhadap otentisitas hadis. Metode yang digunakan adalah studi prosopografi terhadap biografi perawi hadis perempuan yang disebutkan dalam kitab-kitab rijal, analisis silsilah isnad, dan perbandingan dengan perawi laki-laki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejumlah besar perempuan adalah perawi hadis yang diakui dan dihormati, dengan jaringan transmisi yang luas. Pembahasan lebih lanjut mengungkapkan bahwa partisipasi mereka meningkatkan validitas hadis dan menunjukkan inklusivitas awal tradisi keilmuan Islam. Implikasi dari temuan ini adalah perlunya dekolonisasi historiografi Islam dari bias gender, pengakuan terhadap kontribusi perempuan dalam pembentukan tradisi keilmuan, dan dorongan untuk mencari bukti-bukti yang tersembunyi.
Â
Keywords
Refbacks
- There are currently no refbacks.













