KONSTRUKSI IDENTITAS KESULTANAN USMANIYAH SEBAGAI KHALIFAH ISLAM PASCA-ABOLISI KEKHALIFAHAN ABBASIYAH
Abstract
Setelah abolisi Kekhalifahan Abbasiyah oleh Mongol pada abad ketiga belas, klaim Kesultanan Usmaniyah sebagai khalifah Islam mengalami proses konstruksi dan legitimasi yang kompleks, terutama di luar wilayah inti mereka. Klaim ini penting untuk otoritas politik dan keagamaan. Penelitian ini menganalisis konstruksi identitas Kesultanan Usmaniyah sebagai khalifah Islam pasca-abolisi Kekhalifahan Abbasiyah, dengan fokus pada penggunaan simbol-simbol keagamaan, narasi historis, dan respons dari ulama serta penguasa Muslim lainnya. Metode yang digunakan adalah analisis wacana terhadap firman, koin, dan arsitektur Usmaniyah, serta studi literatur tentang legitimasi kekhalifahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Usmaniyah secara bertahap mengukuhkan klaim mereka melalui penaklukan wilayah-wilayah suci, patronase ulama, dan penyebaran narasi tentang peran mereka sebagai pelindung Islam. Pembahasan lebih lanjut mengungkapkan bahwa legitimasi ini tidak selalu diterima secara universal. Implikasi dari temuan ini adalah pemahaman yang lebih nuansa tentang evolusi institusi kekhalifahan dalam sejarah Islam, menyoroti dinamika kekuasaan dan legitimasi keagamaan.
Â
Keywords
Refbacks
- There are currently no refbacks.













