DAMPAK PERUBAHAN IKLIM ABAD KETUJUH BELAS TERHADAP KETAHANAN PANGAN DI KEKHALIFAHAN MUGHAL
Abstract
Perubahan iklim global pada abad ketujuh belas, yang dikenal sebagai Little Ice Age, memiliki dampak signifikan terhadap ketahanan pangan di Kekhalifahan Mughal, namun bagaimana masyarakat dan pemerintah merespons tantangan ini masih kurang dieksplorasi. Ketergantungan pada pertanian menciptakan kerentanan. Penelitian ini menganalisis dampak perubahan iklim abad ketujuh belas terhadap ketahanan pangan di Kekhalifahan Mughal, dengan fokus pada pola curah hujan, hasil panen, kebijakan agraria, dan respons sosial terhadap kelaparan. Metode yang digunakan adalah analisis catatan iklim historis, arsip agraria Mughal, dan laporan-laporan kontemporer tentang kelaparan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan iklim memicu kekeringan dan banjir yang berulang, menyebabkan kelaparan massal dan migrasi. Pembahasan lebih lanjut mengungkapkan bahwa respons pemerintah seringkali tidak memadai, memperparah penderitaan masyarakat. Implikasi dari temuan ini adalah pemahaman yang lebih kompleks tentang hubungan antara iklim, pertanian, dan kekuasaan dalam sejarah Islam, serta relevansinya untuk tantangan ketahanan pangan kontemporer.
Â
Keywords
Refbacks
- There are currently no refbacks.













