KONSTRUKSI IDENTITAS KESULTANAN OTTOMAN SEBAGAI PELINDUNG TANAH SUCI ISLAM

Autor(s): Zuhal Alfian Akbar

Abstract

Setelah penaklukan Mesir dan Syam, Kesultanan Ottoman mengklaim peran sebagai pelindung Tanah Suci Islam (Mekkah, Madinah, Yerusalem), sebuah identitas yang krusial untuk legitimasi politik dan keagamaan mereka. Namun, bagaimana identitas ini dikonstruksi dan ditransmisikan masih memerlukan analisis mendalam. Penelitian ini menganalisis konstruksi identitas Kesultanan Ottoman sebagai pelindung Tanah Suci Islam, dengan fokus pada peran haji, pengelolaan wakaf di Tanah Suci, dan narasi yang disebarkan oleh penguasa Ottoman. Metode yang digunakan adalah analisis wacana terhadap firman, koin, dan arsitektur Ottoman, serta studi literatur tentang legitimasi kekhalifahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ottoman secara aktif mempromosikan citra mereka sebagai pelindung Tanah Suci melalui pembangunan infrastruktur, penyediaan layanan bagi jamaah haji, dan penekanan pada peran keagamaan mereka. Pembahasan lebih lanjut mengungkapkan bahwa legitimasi ini memperkuat posisi mereka di dunia Islam. Implikasi dari temuan ini adalah pemahaman yang lebih nuansa tentang hubungan antara kekuasaan politik dan otoritas keagamaan dalam sejarah Islam, serta peran simbolisme keagamaan dalam legitimasi kekuasaan.

 

Keywords

Kesultanan Ottoman, Tanah Suci, Pelindung Islam, Legitimasi, Sejarah Keagamaan

Refbacks

  • There are currently no refbacks.