KONSERVASI AIR TANAH MELALUI SISTEM TANAM KONSERVASI DI LAHAN KERING
Abstract
Lahan kering di Indonesia seringkali menghadapi masalah ketersediaan air yang terbatas dan degradasi tanah, mengancam produktivitas tanaman pangan. Latar belakang penelitian ini adalah mengevaluasi efektivitas sistem tanam konservasi (STK) dalam mengkonservasi air tanah dan meningkatkan hasil panen di lahan kering. Metode yang diterapkan meliputi perbandingan tiga praktik STK: tanpa olah tanah (TOT), olah tanah minimum (OTM), dan olah tanah konvensional (OTK), pada budidaya jagung dan kedelai. Parameter yang diukur meliputi kadar air tanah, infiltrasi, run-off, erosi tanah, dan hasil panen. Hasil menunjukkan bahwa TOT dan OTM secara signifikan meningkatkan kadar air tanah, mengurangi erosi, dan meningkatkan infiltrasi dibandingkan OTK. Peningkatan ketersediaan air berkorelasi positif dengan peningkatan hasil panen. Pembahasan menekankan bahwa STK adalah strategi krusial untuk pertanian berkelanjutan di lahan kering, meningkatkan resiliensi terhadap kekeringan, dan mendukung upaya swasembada pangan di wilayah rentan air.
Â
Keywords
Refbacks
- There are currently no refbacks.













