INOVASI PANGAN FUNGSIONAL DARI BAHAN BAKU LOKAL NON-BERAS UNTUK KESEHATAN MASYARAKAT
Abstract
Peningkatan kesadaran akan kesehatan mendorong permintaan akan pangan fungsional, namun sebagian besar masih berbasis bahan baku impor. Latar belakang penelitian ini adalah mengembangkan inovasi pangan fungsional dari bahan baku lokal non-beras, seperti umbi-umbian, kacang-kacangan, dan buah-buahan lokal, untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dan mendukung diversifikasi pangan. Metode yang digunakan meliputi identifikasi bahan baku lokal dengan potensi fungsional tinggi (misalnya, antioksidan, serat pangan, probiotik). Ekstraksi senyawa bioaktif, formulasi produk (misalnya, minuman fungsional, makanan ringan, suplemen), dan pengujian sifat fungsional secara in-vitro dan in-vivo dilakukan. Evaluasi sensori dan umur simpan juga diuji. Hasil menunjukkan bahwa beberapa bahan baku lokal memiliki potensi besar sebagai sumber pangan fungsional dengan efek kesehatan yang terbukti. Pembahasan menyoroti peran inovasi pangan fungsional dalam meningkatkan nilai tambah produk pertanian lokal, mendukung kesehatan masyarakat, dan mengurangi ketergantungan pada pangan impor, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
Â
Keywords
Refbacks
- There are currently no refbacks.













