SINKRONISASI KEBIJAKAN LAHAN DAN PANGAN UNTUK MENDUKUNG SWASEMBADA BERKELANJUTAN
Abstract
Konversi lahan pertanian produktif menjadi non-pertanian merupakan ancaman serius bagi ketahanan pangan nasional. Latar belakang penelitian ini adalah menganalisis dan merekomendasikan sinkronisasi kebijakan lahan dan pangan untuk mendukung swasembada pangan berkelanjutan. Metode yang digunakan meliputi analisis kebijakan tata ruang, kebijakan agraria, dan kebijakan pangan yang berlaku, serta identifikasi tumpang tindih atau konflik antar kebijakan. Studi kasus dilakukan di beberapa daerah dengan tingkat konversi lahan tinggi. Data kuantitatif dan kualitatif dikumpulkan dari dokumen kebijakan, wawancara pemangku kepentingan, dan data statistik lahan/pangan. Hasil menunjukkan bahwa kurangnya sinkronisasi kebijakan menyebabkan fragmentasi lahan, inefisiensi penggunaan lahan, dan tekanan terhadap lahan pertanian. Pembahasan merekomendasikan strategi sinkronisasi melalui penetapan zona lahan pertanian abadi, insentif bagi petani, dan penegakan hukum yang kuat untuk melindungi lahan produktif, krusial untuk mencapai swasembada pangan jangka panjang.
Â
Keywords
Refbacks
- There are currently no refbacks.













