TUHAN, ALAM, DAN MANUSIA: DISKURSUS METAFIISKA DALAM KALAM DAN FILSAFAT ISLAM
Abstract
Latar belakang masalah penelitian ini adalah perbedaan dan persamaan dalam diskursus metafisika mengenai hubungan antara Tuhan, alam, dan manusia antara tradisi Kalam (teologi spekulatif) dan Filsafat Islam (falsafah), yang seringkali dianggap saling bertentangan namun sebenarnya memiliki titik temu dan saling melengkapi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komparatif bagaimana Kalam dan Filsafat Islam memahami eksistensi Tuhan, proses penciptaan alam semesta, dan posisi ontologis manusia di dalamnya, serta implikasi dari perbedaan pandangan ini terhadap pemahaman keagamaan dan ilmiah. Metode yang digunakan adalah studi pustaka komparatif terhadap karya-karya teolog Mu'tazilah, Asy'ariyah, dan filosof seperti Al-Farabi, Ibnu Sina, serta Mulla Sadra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Kalam menekankan kemahakuasaan Tuhan dan penciptaan dari ketiadaan, sementara Filsafat cenderung pada emanasi dan keteraturan alam, keduanya mengakui Tuhan sebagai Wujud Mutlak dan sumber segala eksistensi. Pembahasan lebih lanjut mengungkapkan bahwa manusia, dalam kedua tradisi, dipandang sebagai makhluk yang memiliki potensi untuk mengenal Tuhan dan alam, namun dengan penekanan yang berbeda pada peran akal dan wahyu. Diskursus ini menunjukkan kekayaan intelektual Islam dalam memahami realitas, menawarkan berbagai perspektif yang dapat memperkaya dialog antara agama dan sains, serta memberikan landasan metafisik yang kuat bagi pemahaman eksistensi.
Â
Keywords
Refbacks
- There are currently no refbacks.













