HAKIKAT RUH DALAM FILSAFAT ISLAM: ANTARA MATERI DAN IMATERI

Autor(s): Abdul Kholiq

Abstract

Latar belakang masalah penelitian ini adalah perdebatan fundamental mengenai hakikat ruh (jiwa) dalam filsafat Islam, apakah ia bersifat materi atau imateri, dan bagaimana hubungannya dengan tubuh, yang memiliki implikasi mendalam terhadap pemahaman tentang kehidupan setelah mati dan sifat manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif berbagai pandangan filosof Muslim tentang hakikat ruh, menganalisis argumen-argumen yang mendukung sifat imaterinya, serta mengeksplorasi bagaimana ruh berinteraksi dengan tubuh dan perannya dalam kognisi dan moralitas. Metode yang digunakan adalah analisis tekstual terhadap karya-karya Al-Farabi, Ibnu Sina, dan Mulla Sadra, yang masing-masing mengembangkan teori ruh yang kompleks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas filosof Muslim berpendapat bahwa ruh adalah substansi imateri yang tidak dapat dibagi, tidak bergantung pada tubuh untuk eksistensinya, dan merupakan prinsip kehidupan, kognisi, dan kehendak. Pembahasan lebih lanjut mengungkapkan bahwa meskipun ruh bersifat imateri, ia memiliki hubungan yang erat dengan tubuh, memanifestasikan dirinya melalui fungsi-fungsi fisik dan mental. Pemahaman tentang hakikat ruh ini penting untuk membangun antropologi filosofis Islam yang kokoh, menjelaskan kesadaran, memori, dan identitas pribadi, serta memberikan landasan metafisik bagi keyakinan akan keabadian jiwa dan kehidupan akhirat.

 

Keywords

Ruh, Hakikat Jiwa, Filsafat Islam, Imateri, Materi

Refbacks

  • There are currently no refbacks.