SENI RUPA ISLAM NON-FIGURATIF: SEBUAH KAJIAN FILOSOFIS TENTANG ABSTRAKSI

Autor(s): Siti Muthoharoh

Abstract

Latar belakang masalah penelitian ini adalah dominasi seni rupa non-figuratif dalam tradisi Islam, yang seringkali dijelaskan secara simplistis sebagai larangan terhadap penggambaran makhluk hidup, padahal di baliknya terdapat filosofi mendalam tentang abstraksi, tauhid, dan transendensi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian filosofis terhadap seni rupa Islam non-figuratif, menganalisis bagaimana abstraksi berfungsi sebagai sarana untuk mengungkapkan keindahan ilahi yang tak terbatas dan tak terlukiskan, serta mengeksplorasi implikasinya terhadap pengalaman estetika dan spiritual. Metode yang digunakan adalah analisis semiotik dan hermeneutika terhadap pola geometris, arabes, dan kaligrafi dalam seni rupa Islam, serta studi pustaka mengenai teori seni dalam Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seni rupa non-figuratif dalam Islam adalah upaya untuk menghindari penyerupaan Tuhan dengan ciptaan-Nya (tashbih) dan untuk mengarahkan perhatian pada keesaan dan keagungan-Nya. Abstraksi memungkinkan seniman untuk menciptakan pola yang tak terbatas dan berulang, merefleksikan sifat-sifat Tuhan yang tak terbatas dan abadi. Pembahasan lebih lanjut mengungkapkan bahwa seni non-figuratif mengundang kontemplasi, mendorong pemikiran abstrak, dan membuka jalan bagi pengalaman spiritual yang melampaui bentuk-bentuk material. Kajian ini menyoroti kedalaman filosofis di balik pilihan artistik dalam Islam, menunjukkan bahwa seni adalah sarana untuk mendekatkan diri kepada Tuhan dan memahami realitas transenden.

 

Keywords

Seni Rupa Islam, Non-Figuratif, Abstraksi, Filosofis, Tauhid

Refbacks

  • There are currently no refbacks.