FILSAFAT ISLAM DI ERA POST-TRUTH: TANTANGAN DAN RELEVANSI DALAM MENENTUKAN KEBENARAN

Autor(s): Syafaatul Ulya

Abstract

Latar belakang masalah penelitian ini adalah fenomena era post-truth, di mana emosi dan keyakinan pribadi lebih berpengaruh daripada fakta objektif dalam membentuk opini publik, sehingga mengancam konsep kebenaran itu sendiri. Filsafat Islam, dengan penekanan pada kebenaran objektif dan metodologi verifikasi, memiliki relevansi untuk menghadapi tantangan ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan yang ditimbulkan oleh era post-truth terhadap pencarian kebenaran, serta mengeksplorasi bagaimana prinsip-prinsip epistemologi dan metafisika Islam dapat memberikan kerangka kerja yang kokoh untuk menentukan dan mempertahankan kebenaran di tengah disinformasi. Metode yang digunakan adalah analisis kritis terhadap karakteristik era post-truth dan komparasi dengan konsep kebenaran dalam filsafat Islam, seperti konsep yaqin, burhan, dan peran wahyu serta akal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filsafat Islam menawarkan solusi dengan menekankan pentingnya sumber pengetahuan yang sahih, penalaran logis yang ketat, dan integritas moral dalam pencarian kebenaran. Pembahasan lebih lanjut mengungkapkan bahwa konsep seperti tabayyun (verifikasi) dan kehati-hatian dalam menerima informasi sangat relevan di era ini. Filsafat Islam dapat membantu individu dan masyarakat untuk mengembangkan pemikiran kritis, membedakan antara fakta dan fiksi, serta membangun kembali kepercayaan terhadap kebenaran objektif, sehingga relevan untuk mengatasi krisis epistemologis yang ditimbulkan oleh era post-truth dan membangun masyarakat yang lebih rasional dan beretika.

 

Keywords

Filsafat Islam, Post-Truth, Kebenaran, Epistemologi, Disinformasi

Refbacks

  • There are currently no refbacks.