DIALOG AGAMA DAN SAINS: KONTRIBUSI PEMIKIRAN ISLAM KONTEMPORER

Autor(s): Siti Makhmudah

Abstract

Latar belakang masalah penelitian ini adalah dikotomi yang sering terjadi antara agama dan sains dalam pemikiran Barat modern, yang menganggap keduanya sebagai domain yang terpisah atau bahkan bertentangan. Pemikiran Islam kontemporer, dengan tradisi integrasi ilmu, memiliki potensi besar untuk menjembatani kesenjangan ini dan menawarkan model dialog yang konstruktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji berbagai pendekatan dalam pemikiran Islam kontemporer terhadap hubungan antara agama dan sains, menganalisis bagaimana mereka mencoba menyelaraskan wahyu dan temuan ilmiah, serta mengeksplorasi kontribusi mereka terhadap dialog global antara agama dan sains. Metode yang digunakan adalah studi pustaka terhadap karya-karya pemikir Muslim kontemporer seperti Seyyed Hossein Nasr, Osman Bakar, dan Tariq Ramadan, yang secara aktif terlibat dalam diskursus ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pemikir Islam kontemporer menolak konflik inheren antara agama dan sains, melihat keduanya sebagai jalan yang berbeda namun saling melengkapi untuk memahami realitas yang satu. Pembahasan lebih lanjut mengungkapkan bahwa konsep-konsep seperti tauhid, ayat-ayat kauniyah, dan tujuan penciptaan sering digunakan sebagai kerangka kerja untuk mengintegrasikan pengetahuan ilmiah dengan nilai-nilai spiritual. Kontribusi pemikiran Islam kontemporer terletak pada penawaran model integrasi yang holistik, yang dapat memperkaya pemahaman manusia tentang alam semesta dan mendorong pengembangan sains yang berlandaskan etika dan spiritualitas, sehingga relevan untuk membangun dialog yang produktif antarperadaban.

 

Keywords

Dialog Agama Sains, Pemikiran Islam Kontemporer, Integrasi Ilmu, Wahyu, Sains

Refbacks

  • There are currently no refbacks.