PENGEMBANGAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS MELALUI STRATEGI SCAFFOLDING PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

Autor(s): Sentot Heru Subiyakto

Abstract

Kemampuan berpikir kritis matematis adalah fondasi penting untuk pemecahan masalah kompleks, namun siswa sering kesulitan dalam mengembangkannya tanpa dukungan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas strategi scaffolding dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa sekolah menengah pertama. Scaffolding, sebagai dukungan sementara yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa, diharapkan dapat membimbing mereka menuju kemandirian berpikir. Studi ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah satu kelas siswa sekolah menengah pertama yang menunjukkan kemampuan berpikir kritis matematis yang rendah. Data dikumpulkan melalui observasi, catatan lapangan, dan tes kemampuan berpikir kritis matematis. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang konsisten pada kemampuan berpikir kritis matematis siswa dari siklus pertama ke siklus kedua, yang dibuktikan dengan peningkatan skor tes dan partisipasi aktif dalam diskusi. Pembahasan mengindikasikan bahwa scaffolding yang tepat, seperti memberikan pertanyaan pancingan, petunjuk, atau contoh, membantu siswa mengatasi kesulitan dan secara bertahap mengembangkan penalaran mereka. Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa guru perlu menguasai teknik scaffolding yang bervariasi untuk mendukung perkembangan berpikir kritis matematis siswa, menciptakan lingkungan belajar yang suportif dan menantang secara intelektual.

 

Keywords

Berpikir Kritis Matematis, Scaffolding, Sekolah Menengah Pertama, Penelitian Tindakan Kelas, Strategi Pembelajaran, Penalaran

Refbacks

  • There are currently no refbacks.