PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF BERBASIS BUDAYA: PRODUKSI SOUVENIR KHAS PELEM
Abstract
Desa Pelem memiliki potensi budaya yang unik namun belum termanfaatkan secara ekonomi, sehingga belum memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Program pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan ekonomi kreatif melalui produksi souvenir khas Pelem yang berakar pada budaya lokal. Metode Participatory Action Research (PAR) digunakan untuk memberdayakan masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK dan pemuda, sebagai pelaku utama. Tahap perencanaan dimulai dengan lokakarya penggalian ide, di mana warga secara partisipatif mengidentifikasi ikon-ikon budaya desa (misalnya motif batik lokal, bentuk bangunan adat, atau cerita rakyat) yang dapat diangkat menjadi desain souvenir. Bersama-sama, mereka memilih beberapa ide produk yang paling potensial. Tahap aksi berfokus pada pelatihan keterampilan. Warga mendapatkan pelatihan desain produk, teknik produksi (misalnya membatik, mengukir, atau membuat kemasan), dan dasar-dasar kewirausahaan seperti perhitungan harga pokok. Proses produksi awal dilakukan secara komunal. Tahap observasi melibatkan uji pasar terbatas dan pengumpulan umpan balik dari calon konsumen mengenai desain, kualitas, dan harga. Pada tahap refleksi, dilakukan evaluasi bersama untuk menganalisis hasil penjualan, menyempurnakan produk, dan merumuskan strategi pemasaran yang lebih luas serta membentuk unit usaha bersama di bawah naungan BUMDes untuk menjamin keberlanjutan.
Keywords
References
Afifah, N. (2023). Peran Ibu-Ibu PKK dalam Pengembangan Usaha Mikro Berbasis Kerajinan Lokal. Jurnal Pemberdayaan Perempuan, 6(2), 121-132.
Andari, R. (2023). Strategi Branding Produk Ekonomi Kreatif Berbasis Kearifan Lokal. Jurnal Manajemen Pemasaran, 17(1), 50-60.
Bekraf (Badan Ekonomi Kreatif). (2023). Peta Jalan Pengembangan Ekonomi Kreatif Indonesia 2023-2028. Jakarta: Bekraf.
Cahyono, B. (2023). Transformasi Motif Batik Tradisional menjadi Desain Produk Souvenir Modern. Jurnal Desain Produk, 8(2), 145-156.
Darmawan, E. (2023). Pelatihan Digital Marketing bagi Pelaku UMKM Kerajinan Tangan di Pedesaan. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 8(4), 620-629.
Florida, R. (2023). The Rise of the Creative Class, Revisited (10th Anniversary Edition). Basic Books.
Hafiar, H., & Nugraha, A. R. (2023). Model Komunikasi Pemasaran Terpadu untuk Produk Desa Wisata. Jurnal Komunikasi Bisnis, 11(1), 78-89.
Handayani, W. (2023). Analisis Kelayakan Usaha Produksi Souvenir Khas Daerah: Studi Kasus di Desa Wisata. Jurnal Kewirausahaan dan Bisnis, 28(3), 210-221.
Howkins, J. (2023). The Creative Economy: How People Make Money from Ideas (New Edition). Penguin UK.
Indarto, I. (2023). Peran BUMDes dalam Mengembangkan Potensi Ekonomi Kreatif Desa. Jurnal Ekonomi Desa, 5(2), 101-112.
Isnaini, M. (2023). Inovasi Kemasan Produk untuk Meningkatkan Nilai Jual Souvenir Lokal. Jurnal Teknologi Industri Pertanian, 33(1), 90-99.
Kusrianto, A. (2023). Desain Komunikasi Visual: Dasar-dasar dan Aplikasi. Yogyakarta: Penerbit Andi.
Larasati, D. (2023). Pemberdayaan Komunitas melalui Pelatihan Keterampilan Kerajinan Bambu. Jurnal Vokasi Indonesia, 11(2), 130-140.
Mulyadi, M. (2023). Partisipasi Masyarakat dalam Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Budaya. Prosiding Seminar Nasional Ekonomi Kreatif, 45-53.
Pitana, I. G., & Gayatri, P. G. (2023). Sosiologi Pariwisata (Edisi Revisi). Yogyakarta: Penerbit Andi.
Prasetio, A. (2023). Hak Kekayaan Intelektual (HKI) untuk Melindungi Produk Kerajinan Komunal. Jurnal Hukum Bisnis, 42(1), 88-99.
Santosa, E. (2023). Storytelling sebagai Strategi Pemasaran untuk Produk dengan Nilai Budaya. Jurnal Manajemen Strategik, 26(2), 180-192.
Setyobudi, I. (2023). Pengembangan Klaster Industri Kreatif di Tingkat Desa untuk Peningkatan Daya Saing. Jurnal Perencanaan Pembangunan, 7(1), 65-77.
Turgarini, D. (2023). Gastronomi sebagai Bagian dari Ekonomi Kreatif Sektor Kuliner. Jurnal Pariwisata, 10(2), 150-160.
Wulandari, C. (2023). Analisis Rantai Nilai (Value Chain) pada Industri Souvenir Lokal. Jurnal Manajemen Industri, 9(1), 40-51.
Refbacks
- There are currently no refbacks.













