PENGARUH PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP PENGEMBANGAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SEKOLAH MENENGAH

Autor(s): Muh Riza Syaifulloh

Abstract

Keterampilan berpikir kritis merupakan kompetensi esensial yang dibutuhkan siswa untuk menganalisis informasi, mengevaluasi argumen, dan membuat keputusan yang tepat. Pembelajaran tradisional yang berpusat pada guru seringkali kurang efektif dalam mengembangkan keterampilan ini. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pembelajaran berbasis masalah terhadap pengembangan keterampilan berpikir kritis siswa sekolah menengah. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain kelompok kontrol pretest-posttest. Sampel penelitian melibatkan dua kelas siswa sekolah menengah yang dipilih secara acak, satu sebagai kelompok eksperimen yang menerima pembelajaran berbasis masalah dan satu kelompok kontrol dengan pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan melalui tes keterampilan berpikir kritis yang telah divalidasi, mencakup indikator seperti analisis, inferensi, evaluasi, dan penjelasan. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan pada keterampilan berpikir kritis siswa di kelompok eksperimen dibandingkan dengan kelompok kontrol. Pembahasan mengindikasikan bahwa pembelajaran berbasis masalah mendorong siswa untuk secara aktif mengidentifikasi masalah, mencari solusi, dan mengevaluasi informasi, sehingga memicu perkembangan keterampilan berpikir kritis mereka. Implikasi dari temuan ini adalah pentingnya mengadopsi pembelajaran berbasis masalah sebagai strategi utama untuk melatih siswa agar menjadi pemikir yang lebih kritis dan mandiri, mempersiapkan mereka menghadapi tantangan kompleks di masa depan.

 

Keywords

Pembelajaran Berbasis Masalah, Berpikir Kritis, Keterampilan Abad Keduapuluh Satu, Sekolah Menengah, Strategi Pembelajaran, Pemecahan Masalah

Refbacks

  • There are currently no refbacks.