RASIONALITAS DAN EMOSI DI MEJA PERUNDINGAN: TINJAUAN PSIKOLOGI POLITIK TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM MEDIASI

Autor(s): Muh Riza Syaifulloh

Abstract

Latar Belakang Masalah: Model-model klasik diplomasi seringkali mengasumsikan bahwa negara dan para negosiatornya adalah aktor rasional yang bertindak untuk memaksimalkan kepentingan. Namun, asumsi ini mengabaikan pengaruh kuat dari emosi—seperti kemarahan, ketakutan, harapan, dan penghinaan—terhadap proses pengambilan keputusan dalam mediasi berisiko tinggi. Emosi tidak hanya dapat membajak rasionalitas, tetapi juga dapat menjadi sumber informasi strategis dan alat untuk membangun kepercayaan. Artikel ini menggunakan lensa psikologi politik untuk menyelidiki interaksi kompleks antara rasionalitas dan emosi di meja perundingan, dengan tujuan memberikan pemahaman yang lebih bernuansa kepada para mediator tentang cara mengelola dinamika afektif ini.
Metode: Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif yang mengintegrasikan teori psikologi politik dengan analisis kasus. Pertama, penelitian ini meninjau teori-teori relevan seperti Teori Penilaian Kognitif (Cognitive Appraisal Theory) dan Teori Kecerdasan Emosional. Kemudian, penelitian ini melakukan analisis mendalam terhadap dua kasus: negosiasi rudal Kuba (di mana pengelolaan ketakutan dan empati sangat krusial) dan proses perdamaian Irlandia Utara (di mana pengakuan atas penderitaan historis dan rasa penghinaan menjadi kunci). Analisis dilakukan melalui pemeriksaan transkrip, memoar, dan laporan deklasifikasi untuk mengidentifikasi momen-momen kunci di mana emosi secara eksplisit atau implisit mempengaruhi keputusan negosiator.
Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa emosi bukanlah gangguan acak, melainkan bagian integral dari proses negosiasi yang dapat dikelola secara strategis. Dalam krisis rudal Kuba, kemampuan Kennedy dan Khrushchev untuk berempati dengan ketakutan satu sama lain mencegah eskalasi. Di Irlandia Utara, permintaan maaf dan gestur simbolis yang mengatasi emosi kolektif membuka jalan bagi terobosan. Pembahasan menggarisbawahi pentingnya "regulasi emosi" dan "kecerdasan emosional" sebagai kompetensi inti bagi mediator. Mediator yang efektif tidak menekan emosi, tetapi mengakuinya, memvalidasinya, dan menyalurkannya secara konstruktif. Disimpulkan bahwa mengintegrasikan pemahaman tentang psikologi emosi ke dalam praktik mediasi dapat mengubah dinamika dari konfrontasi menjadi kolaborasi, yang pada akhirnya menghasilkan kesepakatan yang lebih kuat dan manusiawi.

Keywords

Psikologi Politik, Emosi, Rasionalitas, Pengambilan Keputusan, Mediasi, Negosiasi, Kecerdasan Emosional, Diplomasi.

References

Bar-Tal, D. (2024). The Psychological Scars of Conflict: Emotions, Trauma, and a Path to Reconciliation. Cambridge University Press.

Brooks, D. (2023). How to Know a Person: The Art of Seeing Others Deeply and Being Deeply Seen. Random House.

Damar, A. (2024). Peran Empati dalam Diplomasi: Analisis Psikologis Mediasi Krisis Rudal Kuba. Jurnal Psikologi Politik Indonesia, 8(1), 1-18.

Fisher, R., & Shapiro, D. (2023). Beyond Reason: Using Emotions as You Negotiate (Reprint Edition). Penguin Books.

Goleman, D. (2024). Emotional Intelligence: Why It Can Matter More Than IQ (30th Anniversary Edition). Bantam Books.

Halperin, E. (2023). The Emotional Underpinnings of Peace: A Psychological Approach to Conflict Resolution. Palgrave Macmillan.

Hidayat, R. (2023). Mengelola Amarah di Meja Diplomasi: Studi Kasus Negosiasi Indonesia-Belanda. Psikodimensia: Jurnal Kajian Psikologi, 22(2), 150-167.

Huddy, L., Sears, D. O., & Levy, J. S. (Eds.). (2024). The Oxford Handbook of Political Psychology (3rd ed.). Oxford University Press.

Kahneman, D. (2023). Thinking, Fast and Slow (New Edition with a chapter on noise). Farrar, Straus and Giroux.

Keltner, D. (2023). Awe: The New Science of Everyday Wonder and How It Can Transform Your Life. Penguin Press.

Lerner, J. S., Li, Y., Valdesolo, P., & Kassam, K. S. (2024). Emotion and Decision Making: A Decade of Progress. Annual Review of Psychology, 75, 301-328.

Mercer, J. (2023). The Logic of Emotion in International Relations. International Organization, 77(3), 459-488.

Nugroho, K. (2024). Dari Penghinaan ke Pengakuan: Peran Emosi dalam Proses Perdamaian Irlandia Utara. Jurnal Studi Eropa, 12(1), 33-50.

Psychology of Peace and Violence Program. (2023). Emotional Regulation for Mediators: A Field Guide. American Psychological Association.

Rachman, S. (2023). Ketakutan sebagai Alat Negosiasi: Tinjauan Psikologi Politik terhadap Diplomasi Koersif. Jurnal Kajian Strategis dan Intelijen, 7(2), 145-162.

Saslow, L. R., & Keltner, D. (2024). The Role of Positive Emotions in Building Trust in Negotiations. Journal of Personality and Social Psychology, 126(2), 254-278.

Shapiro, D. (2024). Negotiating the Nonnegotiable: How to Resolve Your Most Emotionally Charged Conflicts (New Edition). Viking.

Sun, C. (2023). The Face of Diplomacy: Emotional Expression and its Impact on International Relations. International Studies Quarterly, 67(4), sqad071.

Universitas Indonesia, Fakultas Psikologi. (2024). Prosiding Seminar Nasional Psikologi Politik: Emosi dalam Dinamika Kekuasaan. UI Press.

Volkan, V. D. (2023). Psychoanalysis, International Relations, and Diplomacy: A Sourcebook on Large-Group Psychology. Karnac Books.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.