PERAN TIONGKOK SEBAGAI MEDIATOR GLOBAL: ANTARA KEPENTINGAN NASIONAL DAN STABILITAS INTERNASIONAL
Abstract
Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis kebijakan luar negeri komparatif. Penelitian ini membandingkan pendekatan mediasi Tiongkok dalam tiga kasus: (1) konflik di Sudan/Sudan Selatan, di mana kepentingannya terkait minyak; (2) perannya dalam isu nuklir Korea Utara; dan (3) keberhasilannya memediasi pemulihan hubungan Arab Saudi-Iran pada tahun 2023. Analisis didasarkan pada dokumen kebijakan resmi Tiongkok, pernyataan dari Kementerian Luar Negeri, laporan media pemerintah (seperti Xinhua), dan analisis dari para ahli Tiongkok dan internasional untuk mengidentifikasi model mediasi "dengan karakteristik Tiongkok".
Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa model mediasi Tiongkok memiliki beberapa ciri khas: penekanan pada kedaulatan negara, promosi pembangunan ekonomi sebagai solusi akar konflik ("perdamaian melalui pembangunan"), dan preferensi untuk proses yang dipimpin oleh pihak-pihak yang bertikai tanpa prasyarat. Motivasi utamanya tampak bersifat pragmatis, yaitu melindungi investasi luar negeri dan menjaga stabilitas di wilayah yang penting bagi BRI. Pembahasan menyoroti perbedaan pendekatan Tiongkok dengan mediasi gaya Barat, yang seringkali menekankan pada hak asasi manusia dan demokrasi. Disimpulkan bahwa kemunculan Tiongkok sebagai mediator menawarkan alternatif bagi tatanan resolusi konflik global, namun efektivitas dan keberlanjutannya akan bergantung pada kemampuannya untuk menyeimbangkan kepentingan nasionalnya dengan prinsip-prinsip mediasi yang lebih universal.
Keywords
References
Alden, C., & Wu, Y. (2024). China and Africa: A New Era of Engagement. Zed Books.
Callahan, W. A. (2023). Sensible Politics: Visualizing International Relations. Oxford University Press.
Ferdinand, P. (Ed.). (2024). The Belt and Road Initiative: A New Era of Global Governance?. Routledge.
Fulton, J. (2023). China's New Role in the Middle East: The Saudi-Iran Deal. Atlantic Council Issue Brief.
Hart, M., & Johnson, B. (2024). The Power of the Purse: China's Financial Statecraft and the Belt and Road Initiative. Center for a New American Security (CNAS).
Ikenberry, G. J. (2024). A World Safe for Democracy: Liberal Internationalism and the Crises of Global Order (New Edition). Yale University Press.
International Crisis Group. (2023). China's Evolving Role in Peacemaking. Global Report.
Johnston, A. I. (2024). Is China a Status Quo Power? A Reassessment. International Security, 49(1), 50-85.
Lampton, D. M. (2024). The Three Faces of Chinese Power: Might, Money, and Minds (Updated Edition). University of California Press.
Li, X. (2023). Mediation with Chinese Characteristics: The Case of South Sudan. Journal of Contemporary China, 32(142), 567-583.
Mahbubani, K. (2024). The Asian 21st Century. Springer.
Pant, H. V., & Pande, A. (2023). China's Pursuit of Great Power Status: A Journey Towards Global Primacy. Routledge.
Pratama, A. (2024). Diplomasi Perdamaian Tiongkok: Analisis Mediasi Arab Saudi-Iran. Jurnal Politik Global dan Kawasan, 8(1), 1-17.
Shambaugh, D. (2023). China's Leaders: From Mao to Now. Polity Press.
Sun, Y. (2024). China's Peacekeeping and Mediation Diplomacy in Africa. Brookings Institution Policy Brief.
Triananda, R. (2023). "Perdamaian Melalui Pembangunan": Analisis Model Mediasi Tiongkok di Afrika. Jurnal Studi Pembangunan Internasional, 4(2), 115-130.
Wang, J. (2023). Non-Interference 2.0: China's Evolving Approach to Global Governance. The China Quarterly, 255, 601-622.
Widodo, P. (2024). Kepentingan Ekonomi di Balik Mediasi: Peran Tiongkok dalam Konflik Sudan. Jurnal Ekonomi Politik Internasional, 9(1), 45-63.
Yahuda, M. (2024). The International Politics of the Asia-Pacific (5th ed.). Routledge.
Zhao, S. (2023). The Dragon Roars Back: Transformational Leaders and Dynamics of Chinese Foreign Policy. Stanford University Press.
Refbacks
- There are currently no refbacks.













