PROGRAM BANK SAMPAH TERPADU: PENINGKATAN KESADARAN LINGKUNGAN REMAJA NGLAWAK
Abstract
Rendahnya tingkat kepedulian lingkungan di kalangan remaja Desa Nglawak menjadi sebuah tantangan sosial yang signifikan. Analisis situasi melalui observasi dan diskusi kelompok terfokus dengan pemuda karang taruna menunjukkan adanya sikap apatis terhadap masalah sampah, yang termanifestasi dalam perilaku membuang sampah sembarangan dan minimnya inisiatif untuk terlibat dalam kegiatan kebersihan lingkungan. Akar masalahnya adalah tidak adanya platform yang menarik dan relevan bagi dunia remaja untuk belajar dan beraksi, serta persepsi bahwa isu lingkungan adalah urusan orang tua. Ketiadaan sistem yang dapat memberikan insentif, baik sosial maupun ekonomi, membuat isu pengelolaan sampah tidak menjadi prioritas bagi mereka. Menjawab tantangan tersebut, program ini menginisiasi sebuah "Bank Sampah Terpadu" yang secara khusus dirancang, dikelola, dan ditujukan untuk kaum remaja. Solusi ini tidak hanya berfungsi sebagai titik pengumpulan sampah terpilah, tetapi juga sebagai pusat kreativitas dan edukasi lingkungan yang dinamis. Program ini bertujuan mentransformasi sampah dari objek tak berguna menjadi sumber daya yang memiliki nilai ekonomi dan kreativitas, sehingga relevan dengan minat dan gaya hidup remaja. Metode pengabdian yang digunakan adalah Youth-led Participatory Action, di mana remaja ditempatkan sebagai motor penggerak utama. Program diawali dengan pembentukan tim inti pengelola dari kalangan remaja, yang kemudian dibekali dengan pelatihan manajemen bank sampah, literasi keuangan dasar, dan keterampilan upcycling (daur ulang kreatif). Untuk meningkatkan daya tarik, sistem bank sampah ini diintegrasikan dengan elemen digital sederhana, seperti pencatatan poin atau saldo melalui grup aplikasi pesan, dan menyelenggarakan kompetisi antar kelompok. Dampak utama dari program ini adalah terbentuknya kesadaran dan perilaku pro-lingkungan yang nyata di kalangan remaja Nglawak. Bank sampah yang dikelola secara mandiri oleh mereka berhasil menjadi pusat kegiatan positif, mengurangi jumlah sampah yang berakhir di lingkungan, dan menghasilkan produk-produk kreatif dari bahan daur ulang. Lebih dari itu, program ini berhasil menumbuhkan jiwa kepemimpinan, kewirausahaan, dan tanggung jawab sosial di kalangan peserta, menjadikan mereka agen perubahan lingkungan di komunitasnya.
Keywords
References
Aisyah, S., dkk. (2023). Peran Bank Sampah dalam Meningkatkan Kesadaran Lingkungan di Kalangan Siswa Sekolah Menengah. Jurnal Pendidikan Lingkungan dan Pembangunan Berkelanjutan, 24(1), 34-45.
Amelia, R., dkk. (2023). Peningkatan Peran Pemuda Dalam Pengelolaan Sampah Melalui Bank Sampah di Desa Ciptasari. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (MEDICOM), 5(1), 1-8.
Andriani, D., dkk. (2023). Edukasi Pengelolaan Sampah Melalui Bank Sampah di Sekolah Dasar. Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI), 3(1), 1-6.
Anggraini, D., dkk. (2023). Peningkatan Kesadaran Lingkungan Melalui Program Bank Sampah di Kalangan Remaja Karang Taruna. Jurnal Pemberdayaan Komunitas, 7(2), 112-120.
Anwar, C., dkk. (2023). Implementasi Bank Sampah Digital Berbasis Aplikasi Mobile untuk Meningkatkan Partisipasi Remaja. Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi, 14(2), 88-97.
Astuti, W. (2023). Peran Serta Generasi Muda Dalam Pengelolaan Sampah di Desa Wisata. Jurnal Kepariwisataan, 17(1), 1-10.
Burohman, I., dkk. (2023). Implementasi Pendidikan Lingkungan Hidup Melalui Program Bank Sampah. Jurnal Pendidikan dan Konseling, 5(1), 123-130.
Cahyono, E. A., dkk. (2023). Pelatihan Pengelolaan Bank Sampah Bagi Remaja Masjid Desa Kertajaya. Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA), 3(2), 108-114.
Fadillah, N., & dkk. (2023). Pemberdayaan Karang Taruna Melalui Pelatihan Manajemen Bank Sampah untuk Ekonomi Kreatif. Jurnal Inovasi dan Pengabdian Masyarakat, 4(1), 56-63.
Firmansyah, H., dkk. (2023). Model Bank Sampah Sekolah sebagai Media Edukasi Karakter Peduli Lingkungan. Jurnal Pendidikan Karakter, 12(1), 25-35.
Hidayat, A. (2023). Pengaruh Program Bank Sampah Terhadap Perilaku Peduli Lingkungan Siswa SMP. Skripsi, Universitas Pendidikan Indonesia.
Lestari, F., dkk. (2023). Optimalisasi Peran Karang Taruna dalam Mengelola Bank Sampah di Desa Makmur. Jurnal Abdimas, 6(2), 201-208.
Mubarok, F., dkk. (2023). Pendampingan Pengelolaan Bank Sampah Bagi Karang Taruna Desa Wonorejo. Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, 7(1), 1-7.
Ningsih, S. W., dkk. (2023). Pembentukan Bank Sampah Unit Sekolah sebagai Sarana Mengembangkan Sikap Peduli Lingkungan Peserta Didik. Jurnal Basicedu, 7(2), 1045-1054.
Pramudita, A., & Sari, D. P. (2023). Efektivitas Program Bank Sampah dalam Membentuk Perilaku Hijau pada Generasi Z. Jurnal Psikologi Lingkungan Indonesia, 6(1), 15-24.
Putri, R. E., dkk. (2023). Sosialisasi dan Pembentukan Bank Sampah pada Siswa SMAN 1 Pringgasela sebagai Upaya Peningkatan Kesadaran Lingkungan. Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, 6(2), 201-206.
Rahayu, M., dkk. (2023). Peran Bank Sampah Sekolah dalam Menumbuhkan Jiwa Wirausaha dan Kepedulian Lingkungan Siswa. Jurnal Ekonomi Pendidikan dan Kewirausahaan, 11(1), 45-58.
Sari, I. P., dkk. (2023). Pemberdayaan Remaja melalui Program Bank Sampah dan Pelatihan Daur Ulang. Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(2), 2345-2351.
Setiawan, R. A., dkk. (2023). Digitalisasi Bank Sampah untuk Meningkatkan Partisipasi Pemuda di Era Industri 4.0. Prosiding Seminar Nasional Teknik Elektro dan Informatika, 5, 123-128.
Wulandari, T., dkk. (2023). Peningkatan Kesadaran Lingkungan Melalui Program Bank Sampah di Kalangan Pemuda Desa Sukamaju. Jurnal SOLMA, 12(1), 173-181.
Refbacks
- There are currently no refbacks.













