PELESTARIAN BIODIVERSITAS LOKAL: IDENTIFIKASI DAN KONSERVASI TUMBUHAN OBAT TRADISIONAL PELEM
Abstract
Pengetahuan tentang pemanfaatan tumbuhan obat tradisional di Desa Pelem, yang diwariskan secara turun-temurun, menghadapi ancaman kepunahan. Analisis situasi melalui wawancara mendalam dengan para sesepuh dan tokoh adat menunjukkan bahwa proses transmisi pengetahuan kepada generasi muda berjalan lambat dan tidak sistematis. Erosi pengetahuan ini diperparah oleh minimnya dokumentasi tertulis dan perubahan gaya hidup modern yang lebih mengandalkan pengobatan konvensional. Selain itu, keberadaan beberapa jenis tumbuhan obat di alam liar mulai berkurang akibat alih fungsi lahan dan kurangnya upaya budidaya, sehingga mengancam kelestarian sumber daya hayati sekaligus kearifan lokal yang tak ternilai. Program pengabdian ini bertujuan untuk melestarikan biodiversitas dan pengetahuan etnobotani lokal melalui identifikasi, dokumentasi, dan konservasi tumbuhan obat. Solusi yang diimplementasikan adalah membangun sebuah "Apotek Hidup" atau Taman Toga (Taman Obat Keluarga) komunal sebagai pusat konservasi ex-situ dan media pembelajaran bagi masyarakat. Program ini menjembatani jurang generasi dengan mengubah pengetahuan lisan menjadi aset komunal yang terdokumentasi dan dapat diakses oleh semua kalangan. Metode pengabdian ini mengadopsi pendekatan Etnobotani Partisipatif. Kegiatan diawali dengan melakukan inventarisasi dan identifikasi tumbuhan obat bersama para tetua desa. Setiap tanaman didokumentasikan—meliputi nama lokal, bagian yang digunakan, khasiat, dan cara pengolahannya—dalam sebuah buku saku sederhana. Secara paralel, kelompok wanita (PKK) dan pemuda (Karang Taruna) dilibatkan secara aktif dalam pembuatan dan pengelolaan Taman Toga komunal, mulai dari penyiapan lahan, pembibitan, hingga penanaman. Hasil utama program ini adalah teridentifikasinya lebih dari 50 jenis tumbuhan obat lokal dan tersusunnya buku saku "Tumbuhan Berkhasiat Obat Desa Pelem". Berdirinya Taman Toga komunal tidak hanya berfungsi sebagai bank genetik tanaman obat tetapi juga sebagai sarana edukasi praktis. Dampak jangka panjangnya adalah meningkatnya kesadaran dan kapasitas masyarakat, terutama generasi muda, dalam mengenali, membudidayakan, dan memanfaatkan tumbuhan obat, sehingga memastikan kelestarian biodiversitas dan kearifan lokal untuk masa depan.
Keywords
References
Afrianti, T., dkk. (2023). Studi Etnobotani Tumbuhan Obat oleh Masyarakat Suku Rejang di Kabupaten Lebong. Jurnal Biologi dan Pembelajarannya, 20(2), 115-124.
Agustin, R., dkk. (2023). Inventarisasi dan Identifikasi Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di Desa Sukajaya. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (ABDI DOSEN), 7(1), 1-8.
Aini, F. Q., & Muhaimin. (2023). Konservasi Tumbuhan Obat Langka Indonesia: Studi Kasus dan Strategi. Jurnal Konservasi Alam, 18(2), 89-101.
Arifin, Z., & dkk. (2023). Potensi dan Pemanfaatan Tumbuhan Obat di Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Universitas Mataram. Jurnal Biologi Tropis, 23(1), 235-246.
Danarto, S. A., & dkk. (2023). Keanekaragaman Tumbuhan Obat di Cagar Alam Gunung Picis dan Gunung Sigogor, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Berita Biologi, 22(1), 1-15.
Fajri, M., dkk. (2023). Studi Etnobotani Tumbuhan Obat pada Masyarakat Suku Sasak di Lombok Timur. Jurnal Farmasi dan Ilmu Kefarmasian Indonesia, 10(2), 78-87.
Hasanah, U., dkk. (2023). Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai Minuman Herbal. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 8(1), 45-53.
Hikmat, A., & dkk. (2023). Konservasi Tumbuhan Obat Indonesia: Koleksi Kebun Raya Bogor. Media Konservasi, 28(1), 1-12.
Indriyani, S., dkk. (2023). Pelestarian Kearifan Lokal dalam Pemanfaatan Tumbuhan Obat oleh Suku Tengger. Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya, 25(1), 55-65.
Larekeng, S. H., dkk. (2023). Identifikasi Senyawa Aktif dan Potensi Farmakologis Tumbuhan Obat Endemik Sulawesi. Jurnal Sains dan Kesehatan, 5(3), 310-318.
Lestari, D. A. P., dkk. (2023). Edukasi dan Pengembangan Apotek Hidup sebagai Upaya Pelestarian Tanaman Obat di Desa Wisata. Jurnal Pariwisata dan Budaya, 14(2), 98-107.
Mutaqien, Z., & dkk. (2023). Pendokumentasian Pengetahuan Etnobotani Masyarakat Adat Kasepuhan Ciptagelar. Jurnal Etnobiologi Indonesia, 8(1), 21-34.
Nisyawati, & dkk. (2023). Etnobotani dan Pengelolaan Pengetahuan Tradisional. Jakarta: UI Press.
Pratiwi, R. D., dkk. (2023). Pemanfaatan Pekarangan untuk Budidaya Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di Kelurahan Sumurboto. Jurnal Ilmu Lingkungan, 21(3), 567-574.
Rahayu, M., & dkk. (2023). Keanekaragaman Tumbuhan Berguna di Pekarangan Masyarakat Lokal di Sekitar Kawasan Konservasi. BIODIVERSITAS, 24(5), 2879-2888.
Ramadhanil, dkk. (2023). Studi Etnofarmasi Tumbuhan Obat untuk Penyakit Kulit oleh Etnis Minangkabau. Jurnal Farmasi Higea, 15(2), 120-129.
Silalahi, M. (2023). The Ethnobotany of Medicinal Plants by The Batak Toba People in North Sumatra, Indonesia. Journal of Tropical Biodiversity and Biotechnology, 8(2), 1-15.
Sulaeman, A., dkk. (2023). Peran Taman Obat Keluarga (TOGA) dalam Mendukung Kesehatan Masyarakat dan Konservasi Biodiversitas. Jurnal Kesehatan Komunitas, 9(1), 78-85.
Wahyuni, S., dkk. (2023). Inventarisasi Tumbuhan Obat di Hutan Adat Desa Rantau Kermas, Jambi. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, 13(2), 210-219.
Yulistyarini, T., & dkk. (2023). Keanekaragaman dan Potensi Tumbuhan Obat di Taman Nasional Bali Barat. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam, 20(1), 45-58.
Refbacks
- There are currently no refbacks.













