MONITORING KUALITAS AIR SUNGAI: PARTISIPASI AKTIF MASYARAKAT KUTOREJO DALAM PENJAGAAN EKOSISTEM
Abstract
Kualitas air Sungai Kutorejo, yang menjadi sumber daya vital bagi masyarakat, terus mengalami penurunan. Analisis situasi melalui observasi visual dan wawancara dengan warga di sepanjang bantaran sungai mengidentifikasi adanya masalah pencemaran yang bersumber dari limbah domestik dan runoff pertanian. Masyarakat menyadari perubahan negatif seperti air yang semakin keruh, munculnya bau tidak sedap, dan berkurangnya populasi ikan, namun mereka tidak memiliki data kuantitatif maupun pengetahuan teknis untuk mengukur skala masalah dan mengadvokasi solusi. Ketiadaan data yang valid dan rasa ketidakberdayaan ini menciptakan siklus pembiaran yang memperparah degradasi ekosistem sungai. Program pengabdian ini memperkenalkan sebuah sistem monitoring kualitas air partisipatif yang dijalankan oleh masyarakat itu sendiri. Solusi ini bertujuan untuk memberdayakan warga dengan pengetahuan dan peralatan sederhana agar mereka mampu secara mandiri dan rutin memantau kondisi kesehatan sungai mereka. Dengan mengubah warga dari objek yang terdampak menjadi subjek pemantau aktif, program ini membangun rasa kepemilikan dan tanggung jawab kolektif terhadap kelestarian sungai. Metode yang digunakan adalah Citizen Science (Ilmuwan Warga), di mana masyarakat dilatih untuk menjadi pengumpul data. Program diawali dengan pembentukan kelompok "Kader Jaga Sungai" yang terdiri dari relawan lokal. Mereka dibekali pelatihan tentang parameter kunci kualitas air dan cara mengukurnya menggunakan water test kit sederhana (untuk mengukur pH, nitrat, fosfat) serta metode observasi fisik (warna, bau, kekeruhan) dan biologis (identifikasi bioindikator). Titik-titik monitoring ditentukan secara partisipatif di sepanjang aliran sungai, dan jadwal pemantauan rutin ditetapkan. Hasil utama program ini adalah terbangunnya sistem pemantauan kualitas air berbasis komunitas yang berkelanjutan. Data yang terkumpul secara rutin menjadi basis bukti yang kuat untuk diskusi di tingkat desa dan musyawarah perencanaan pembangunan. Dampak terpenting adalah meningkatnya literasi lingkungan dan kesadaran kritis masyarakat. Mereka tidak lagi hanya menjadi penonton, melainkan penjaga aktif ekosistem sungai, yang termotivasi untuk melakukan aksi nyata seperti kerja bakti pembersihan sungai dan mengkampanyekan pengurangan pembuangan limbah.
Keywords
References
A’yun, Q., dkk. (2023). Analisis Kualitas Air Sungai di Kawasan Perkotaan Menggunakan Metode Indeks Pencemaran. Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan, 8(2), 145-156.
Adyasari, D., dkk. (2023). Citizen Science as a Tool for Water Quality Monitoring in Urban Rivers: A Case Study in Jakarta. Environmental Monitoring and Assessment, 195(4), 512.
Anam, K., dkk. (2023). Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Berbasis Kearifan Lokal. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, 13(1), 88-97.
Anggraini, V., & Subehi, L. (2023). Pemanfaatan Makroinvertebrata Bentos sebagai Bioindikator Kualitas Air di Sungai Ciliwung. Jurnal Limnologi dan Sumberdaya Perairan, 24(1), 23-32.
Bowskill, D., dkk. (2023). The value of citizen science for monitoring freshwater ecosystems. WIREs Water, 10(3), e1641.
BPKLHK. (2023). Laporan Status Kualitas Air Sungai Nasional Tahun 2023. Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Dharmawan, I. W. E., & dkk. (2023). Edukasi dan Pelatihan Monitoring Kualitas Air Sederhana bagi Kelompok Sadar Wisata. Jurnal Widya Laksana, 12(2), 110-118.
Elosegi, A., & Sabater, S. (2023). Effects of multiple stressors on river ecosystems. Freshwater Biology, 68(1), 1-8.
Febriani, Y., dkk. (2023). Peningkatan Kapasitas Masyarakat dalam Pemantauan Kualitas Air Sungai Melalui Program Sekolah Sungai. Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian kepada Masyarakat, 7(3), 432-441.
Hariyadi, S., & dkk. (2023). Pengembangan Model Pengelolaan Sungai Terpadu Berbasis Komunitas di DAS Brantas. Jurnal Teknik Pengairan, 14(2), 123-135.
Hidayah, E. Z., & dkk. (2023). Analisis Beban Pencemaran dari Aktivitas Domestik terhadap Kualitas Air Sungai. Jurnal Sains dan Teknologi Lingkungan, 15(1), 45-56.
Johnson, M. F., & dkk. (2023). A global review of citizen science in freshwater monitoring. Science of The Total Environment, 879, 163038.
Karr, J. R. (2023). Defining and assessing river health. Journal of Environmental Management, 326(Part A), 116668.
Lestari, P., & dkk. (2023). Partisipasi Perempuan dalam Konservasi Sumber Daya Air Sungai di Pedesaan. Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan, 11(2), 120-131.
Maryono, A. (2023). Restorasi Sungai: Teori dan Praktik di Indonesia. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Perbawasari, S., dkk. (2023). Komunikasi Lingkungan dalam Membangun Partisipasi Masyarakat untuk Menjaga Kebersihan Sungai. Jurnal Komunikasi, 15(2), 175-188.
Putra, R. M., dkk. (2023). Implementasi Program Kali Bersih (PROKASIH) Berbasis Komunitas di Sungai Winongo. Jurnal Inovasi dan Kebijakan Publik, 10(1), 55-68.
Sari, D. K., dkk. (2023). Efektivitas Penggunaan Test Kit Sederhana untuk Edukasi Kualitas Air bagi Siswa Sekolah. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 12(3), 345-355.
Setyawan, A. D., & dkk. (2023). Konservasi Aliran Sungai Berbasis Masyarakat dalam Upaya Pengelolaan Sumber Daya Alam. NATURALIS – Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, 12(1), 87-93.
Thornhill, I., & dkk. (2023). The role of community groups in river restoration and management. River Research and Applications, 39(3), 351-365.
Refbacks
- There are currently no refbacks.













