KONSERVASI SUMBER DAYA AIR: REVITALISASI MATA AIR DAN SUMUR RESAPAN DI NGLAWAK
Abstract
Desa Nglawak mengalami krisis ketersediaan air bersih, terutama saat musim kemarau. Analisis situasi melalui pemetaan partisipatif dan survei hidrologi sederhana menunjukkan adanya penurunan debit pada mata air utama desa dan penurunan muka air tanah yang signifikan. Penyebabnya teridentifikasi sebagai kombinasi dari perubahan tata guna lahan di area tangkapan air (catchment area), kurangnya vegetasi penahan air, dan minimnya praktik konservasi air di tingkat komunitas. Ketergantungan pada sumber air yang semakin menipis ini mengancam ketahanan air untuk kebutuhan domestik dan pertanian, menuntut adanya solusi teknis dan sosial yang terintegrasi. Program pengabdian ini bertujuan membangun ketahanan air masyarakat melalui revitalisasi sumber mata air dan implementasi teknologi sumur resapan. Kegiatan revitalisasi difokuskan pada pembersihan area sekitar mata air, penanaman pohon endemik yang memiliki daya serap air tinggi seperti beringin dan aren, serta pembangunan struktur pelindung sederhana. Secara teknis, program ini juga memfasilitasi pembangunan beberapa unit sumur resapan di lahan-lahan publik dan pekarangan warga. Sumur ini dirancang untuk menangkap air hujan dan mengalirkannya kembali ke dalam tanah (recharge), sehingga dapat membantu memulihkan cadangan air tanah secara bertahap. Menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD), program ini menggerakkan potensi lokal. Masyarakat dilibatkan secara penuh mulai dari tahap perencanaan melalui musyawarah desa, hingga pelaksanaan gotong royong untuk membersihkan mata air, menanam pohon, dan membangun sumur resapan. Edukasi konservasi air dilakukan secara intensif melalui penyuluhan dan pembuatan media informasi seperti poster dan leaflet tentang pentingnya menjaga area resapan dan fungsi vital sumur resapan. Program ini berhasil merevitalisasi satu mata air utama, ditandai dengan peningkatan kebersihan fisik dan stabilitas debit air. Pembangunan lima unit sumur resapan komunal diharapkan dapat meningkatkan imbuhan air tanah secara lokal. Dampak paling signifikan adalah meningkatnya kesadaran dan kapasitas masyarakat dalam melakukan praktik konservasi air. Terbentuknya kelompok masyarakat peduli air menjadi indikator keberlanjutan program, yang bertugas memelihara infrastruktur yang telah dibangun dan melanjutkan kampanye konservasi.
Keywords
References
Adisamita, A., dkk. (2023). Pembuatan Sumur Resapan Air Hujan untuk Konservasi Air Tanah Kelurahan Namosain Kota Kupang. Jurnal Abdimas Teknik Mesin, 4(2), 53-60.
Arif, S., & Hidayat, Y. (2023). Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Sumber Daya Air Berkelanjutan di Kabupaten Karo. Prosiding ARITEKIN, 2, 1-12.
Astuti, W. D., & Nugroho, A. (2023). Analisis Partisipasi Masyarakat dalam Program Konservasi Mata Air di Lereng Gunung Merapi. Jurnal Pembangunan Wilayah & Kota, 19(2), 145-156.
Baraka, U. (2023). Pentingnya Konservasi Air di Musim Hujan: Peran Masyarakat dalam Pelestarian Sumber Daya. Artikel Universitas Medan Area.
Fahmi, R., dkk. (2023). Model Konservasi Air Tanah dengan Sumur Resapan untuk Mengatasi Kekeringan di Wilayah Karst. Jurnal Teknik Pengairan, 14(1), 34-45.
Friskila, V. A. (2023). Strategi pengembangan ekowisata dalam mendukung konservasi alam Danau Tahai. Jurnal Ilmiah Pariwisata, 28(2), 110-121.
Kadir, A. (2023). Panduan Praktis Pembuatan Sumur Resapan Air Hujan. Jakarta: Penebar Swadaya.
Krisnayanti, dkk. (2023). Analisis Kondisi Sumber Daya Air dan Partisipasi Masyarakat di Kabupaten Karo. Laporan Penelitian BPS Kabupaten Karo.
Nampasnea, F., & Seipalla, B. (2023). Konservasi Sumber Daya Alam Hayati Berbasis Kearifan Lokal Pada Beberapa Negeri di Kecamatan Leihitu Barat, Kabupaten Maluku Tengah. Jurnal Hutan Tropis, 11(2), 189-197.
Palguna, W. K., dkk. (2023). Strategi Konservasi Mata Air Pada Penyediaan Air Bersih Berbasis Masyarakat di Nusa Penida. Jurnal Ilmiah Kebangsaan, 16(3), 497–503.
Putra, A. A. G. R., & dkk. (2023). Revitalisasi Mata Air Beji sebagai Upaya Konservasi dan Edukasi Lingkungan di Desa Adat Tegal. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Udayana, 12(4), 345-352.
Rokhman, A. F., dkk. (2023). Peran Partisipasi Masyarakat dalam Perencanaan Sumber Daya Air Berkelanjutan. ResearchGate Conference Paper.
Setyawan, A. D., & dkk. (2023). Konservasi Aliran Sungai Berbasis Masyarakat dalam Upaya Pengelolaan Sumber Daya Alam. NATURALIS – Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, 12(1), 87-93.
Sudibya, G. D., dkk. (2023). Pemanfaatan Air Hutan Oleh Desa Penyangga di Taman Nasional Bali Barat. KERTHA WICAKSANA: Sarana Komunikasi Dosen dan Mahasiswa, 17(1), 34-41.
Sulistiyanto, N., dkk. (2023). Pembangunan Sumur Resapan sebagai Teknologi Tepat Guna untuk Konservasi Air di Lahan Pertanian. Jurnal Inovasi dan Penerapan Ipteks, 11(2), 89-97.
Suryandari, E. (2023). Model Kelembagaan Lokal dalam Pengelolaan Sumber Daya Air Berbasis Masyarakat. Disertasi, Universitas Gadjah Mada.
Wambrauw, E. V., Sambom, M., & Agnesari, L. (2023). Konservasi Sumber Daya Air Berbasis Kearifan Lokal Kali Eleli Kampung Helaksili Distrik Abenaho Kabupaten Yalimo. Jurnal Teknik Sumber Daya Air, 3(2), 191–202.
Wardhana, I. W., & dkk. (2023). Edukasi dan Implementasi Teknologi Lubang Resapan Biopori untuk Konservasi Air Tanah. Jurnal Widya Laksana, 12(1), 56-63.
Wibowo, A. (2023). Efektivitas Sumur Resapan dalam Mereduksi Limpasan Permukaan dan Meningkatkan Cadangan Air Tanah. Jurnal Sumber Daya Air, 19(1), 1-12.
Yuliana, dkk. (2023). Peran Wanita Tani dalam Konservasi Sumber Daya Air melalui Praktik Pertanian Berkelanjutan. Jurnal Agribisnis dan Pembangunan Pedesaan, 4(2), 112-123.
Refbacks
- There are currently no refbacks.













