PENINGKATAN AKSES SANITASI LAYAK: PEMBANGUNAN JAMBAN SEHAT DI KUDU

Autor(s): Siswanto Siswanto

Abstract

Praktik buang air besar sembarangan (BABS) masih menjadi masalah di beberapa wilayah Desa Kudu, yang berisiko tinggi terhadap penyebaran penyakit berbasis lingkungan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan akses sanitasi layak melalui pembangunan jamban sehat secara partisipatif. Menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) yang terintegrasi dengan pendekatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), program ini diawali dengan proses pemicuan. Pemicuan dilakukan melalui pemetaan partisipatif dan "transect walk" bersama warga untuk menyadarkan mereka akan alur kontaminasi tinja ke makanan dan sumber air. Proses ini membangkitkan rasa jijik dan malu, sehingga mendorong munculnya komitmen komunal untuk berhenti BABS dan membangun jamban. Berdasarkan komitmen tersebut, dibentuk komite sanitasi desa yang bertugas memfasilitasi dan memonitor proses pembangunan. Aksi yang dilakukan adalah pendampingan teknis bagi keluarga dalam membangun jamban sehat dengan teknologi sederhana dan biaya terjangkau, serta mengorganisir gotong royong. Proses refleksi dilakukan secara berkala dalam pertemuan komite untuk memantau progres, mengatasi kendala, dan memastikan tidak ada warga yang tertinggal. Program ini diharapkan dapat mencapai status Desa ODF (Open Defecation Free) secara berkelanjutan, yang dikelola dan dimiliki oleh masyarakat sendiri.

 

Keywords

Sanitasi Layak, Jamban Sehat, Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), Open Defecation Free (ODF), Participatory Action Research.

References

Adiningsih, S., & Purnomo, H. (2023). Analisis Keberlanjutan Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di Pedesaan. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 22(2), 112-120.

Aisyah, N., dkk. (2023). Pemberdayaan Masyarakat melalui Pembangunan Jamban Sehat Keluarga. Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, 7(2), 180-188.

Andriani, D., dkk. (2023). Implementasi Pilar Pertama STBM: Stop Buang Air Besar Sembarangan melalui Metode Pemicuan. Jurnal Kesehatan Komunitas, 9(1), 55-63.

Astuti, P., dkk. (2023). Peran Sanitarian dan Kader Kesehatan dalam Percepatan Desa ODF (Open Defecation Free). Jurnal Sanitasi dan Lingkungan, 4(2), 88-96.

Cahyono, T., dkk. (2023). Pembangunan Jamban Sehat dengan Sistem Gotong Royong sebagai Upaya Peningkatan Akses Sanitasi. Jurnal Abdimas, 9(3), 210-218.

Dewi, K., & Santoso, B. (2023). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Buang Air Besar Sembarangan di Masyarakat Pesisir. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia, 22(3), 250-258.

Fauzi, R., dkk. (2023). Pelatihan Pembuatan Jamban Sehat dengan Teknologi Tepat Guna bagi Masyarakat Kurang Mampu. Jurnal Inovasi dan Pengabdian, 2(1), 45-53.

Hidayat, A., & Sari, M. (2023). Model Participatory Action Research dalam Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Jurnal Kebijakan dan Administrasi Publik, 27(1), 70-82.

Indrawati, S., dkk. (2023). Edukasi dan Pemicuan sebagai Strategi Perubahan Perilaku Sanitasi Masyarakat. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 18(2), 130-138.

Kementerian Kesehatan RI. (2023). Laporan Kemajuan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Nasional. Jakarta: Direktorat Penyehatan Lingkungan.

Lestari, F., dkk. (2023). Pembentukan Komite Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) Desa untuk Keberlanjutan Program Sanitasi. Jurnal Pembangunan Desa dan Masyarakat, 8(1), 60-69.

Mubarok, H., & Fitriani, A. (2023). Inovasi Arisan Jamban sebagai Solusi Pembiayaan Sanitasi Mandiri. Jurnal Pemberdayaan, 5(2), 140-149.

Nugroho, P., dkk. (2023). Analisis Dampak Program Pembangunan Jamban Sehat terhadap Penurunan Angka Diare. Jurnal Epidemiologi dan Kesehatan Komunitas, 8(2), 101-109.

Purnawan, A., dkk. (2023). Pendampingan Masyarakat Menuju Desa ODF (Open Defecation Free). Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(2), 99-107.

Rahayu, W., dkk. (2023). Peran Kepemimpinan Lokal dalam Keberhasilan Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat. Jurnal Pemerintahan dan Otonomi Daerah, 15(1), 78-89.

Sari, N. K., dkk. (2023). Studi Implementasi Lima Pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di Wilayah Kerja Puskesmas. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 12(2), 150-159.

Setiawan, D., dkk. (2023). Monitoring dan Evaluasi Partisipatif dalam Program Peningkatan Akses Sanitasi. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota, 34(3), 210-222.

UNICEF Indonesia. (2023). Panduan Praktis Pemicuan STBM di Komunitas. Jakarta: UNICEF.

Wahyuni, E., & Utomo, S. (2023). Kontribusi Program Corporate Social Responsibility (CSR) dalam Pembangunan Sanitasi Pedesaan. Jurnal Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan, 5(1), 33-42.

Wibowo, T. A., dkk. (2023). Peningkatan Akses Air Bersih dan Sanitasi Layak sebagai Upaya Pencegahan Stunting. Jurnal Gizi dan Pangan, 18(1), 50-58.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.