PSIKOLOGI KOGNITIF DAN AFEKTIF DALAM PEMBENTUKAN SIKAP DAMAI: SEBUAH TINJAUAN.
Abstract
Pembentukan sikap damai adalah proses kompleks yang dipengaruhi oleh proses kognitif (misalnya, keyakinan, penalaran) dan keadaan afektif (misalnya, emosi, empati). Pemahaman komprehensif tentang bagaimana dimensi psikologis ini berinteraksi sangat penting untuk merancang intervensi pendidikan perdamaian yang efektif, terutama dalam konteks yang rentan terhadap konflik atau prasangka. Makalah tinjauan ini secara sistematis mengkaji literatur empiris dan teoretis dari psikologi kognitif, ilmu saraf afektif, dan psikologi sosial yang berkaitan dengan pembentukan sikap, pengurangan prasangka, dan perilaku prososial. Penelitian ini mensintesis temuan tentang bias kognitif, regulasi emosional, dan peran empati dalam membentuk kecenderungan individu terhadap perdamaian atau konflik. Tinjauan tersebut mengungkapkan bahwa sikap damai bukan hanya konstruksi rasional tetapi sangat terkait dengan respons emosional dan skema kognitif. Proses kognitif seperti pengambilan perspektif dan pemikiran kritis dapat menantang stereotip negatif, sementara proses afektif, khususnya empati dan kasih sayang, adalah pendorong kuat untuk mengurangi permusuhan antar-kelompok dan menumbuhkan rekonsiliasi. Pembahasan menyoroti bahwa pendidikan perdamaian yang efektif harus menargetkan restrukturisasi kognitif (misalnya, menantang informasi bias, mempromosikan analisis kritis narasi) dan pengembangan emosional (misalnya, menumbuhkan literasi emosional, menumbuhkan empati melalui pembelajaran pengalaman). Ini menggarisbawahi pentingnya mengatasi bias implisit dan pemicu emosional yang dapat merusak niat damai, menganjurkan strategi pendidikan holistik yang mengintegrasikan pembelajaran kognitif dan afektif untuk menumbuhkan sikap dan perilaku damai yang berkelanjutan.
Â
Keywords
Refbacks
- There are currently no refbacks.













