PERAN MEDIA SOSIAL DALAM MEMPROMOSIKAN NARASI KEDAMAIAN DAN MELAWAN UJARAN KEBENCIAN.
Abstract
Media sosial telah menjadi medan pertempuran yang signifikan untuk narasi, dengan potensi untuk menyebarkan ujaran kebencian dan disinformasi yang merusak upaya pembangunan perdamaian, tetapi juga menawarkan platform yang kuat untuk mempromosikan narasi kedamaian dan mobilisasi sosial. Memahami dinamika ini sangat penting untuk memanfaatkan media sosial secara efektif dalam pembelajaran sosial kedamaian. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran, menganalisis konten kampanye media sosial yang berfokus pada perdamaian dan ujaran kebencian di tiga negara berbeda yang rentan konflik. Analisis kuantitatif melibatkan pelacakan metrik keterlibatan dan penyebaran, sementara analisis kualitatif memeriksa pesan, strategi, dan dampak persepsi dari kampanye ini. Temuan menunjukkan bahwa media sosial dapat menjadi alat yang ampuh untuk mempromosikan narasi kedamaian melalui kampanye yang menarik secara emosional, konten yang dibuat pengguna, dan penggunaan influencer yang strategis. Namun, efektivitasnya sangat bergantung pada kemampuan untuk mengatasi algoritma yang memperkuat polarisasi dan untuk secara proaktif melawan ujaran kebencian dengan informasi yang akurat dan pesan yang inklusif. Pembahasan menyoroti pentingnya literasi media digital untuk pengguna, strategi moderasi konten yang kuat untuk platform, dan pengembangan narasi alternatif yang positif dan menarik. Makalah ini menyimpulkan bahwa media sosial adalah pedang bermata dua; potensi transformatifnya untuk pembelajaran sosial kedamaian dapat diwujudkan hanya melalui keterlibatan yang disengaja, terinformasi, dan strategis yang berfokus pada pembangunan komunitas, dialog, dan promosi nilai-nilai bersama, secara efektif mengubah ruang digital menjadi arena untuk pembangunan perdamaian.
Â
Keywords
Refbacks
- There are currently no refbacks.













