TANTANGAN DISINFORMASI DAN POLARISASI DALAM UPAYA PEMBELAJARAN SOSIAL KEDAMAIAN.
Abstract
Penyebaran disinformasi dan meningkatnya polarisasi, terutama melalui platform digital, merupakan ancaman serius terhadap upaya pembelajaran sosial kedamaian. Narasi palsu dan retorika yang memecah belah dapat mengikis kepercayaan, memperburuk prasangka, dan memicu kekerasan, sehingga menantang fondasi dialog dan pemahaman. Penelitian ini menganalisis tantangan yang ditimbulkan oleh disinformasi dan polarisasi terhadap inisiatif pembelajaran sosial kedamaian dan mengidentifikasi strategi untuk mengatasinya. Studi ini menggunakan pendekatan metode campuran, menggabungkan analisis konten kampanye disinformasi yang relevan dengan perdamaian dengan survei dan wawancara dengan pendidik perdamaian dan praktisi media. Penelitian ini mengkaji bagaimana disinformasi memengaruhi persepsi konflik, memanipulasi emosi, dan menghambat dialog konstruktif. Temuan menunjukkan bahwa disinformasi secara sistematis merusak kemampuan individu untuk terlibat dalam pemikiran kritis dan empati, yang merupakan komponen kunci dari pembelajaran sosial kedamaian. Pembahasan menyoroti perlunya pendekatan multi-cabang yang mencakup peningkatan literasi media, pengembangan keterampilan berpikir kritis, promosi jurnalisme yang bertanggung jawab, dan dukungan untuk platform yang memfasilitasi dialog yang diverifikasi fakta. Penting juga untuk membangun narasi alternatif yang positif dan inklusif yang dapat menantang disinformasi. Makalah ini menyimpulkan bahwa pembelajaran sosial kedamaian harus secara proaktif memasukkan strategi untuk melawan disinformasi dan polarisasi, membekali individu dengan alat untuk membedakan kebenaran dari kebohongan dan untuk terlibat dalam wacana yang hormat, sehingga menjaga ruang untuk koeksistensi damai di era informasi yang kompleks.
Â
Keywords
Refbacks
- There are currently no refbacks.













