DARI TEORI KE PRAKTIK: MENERJEMAHKAN KONSEP KEDAMAIAN DALAM KURIKULUM ABAD KE-21.

Autor(s): Lulud Wijayanti

Abstract

Meskipun memiliki fondasi teoritis yang kaya dalam studi perdamaian, integrasi praktis konsep kedamaian ke dalam kurikulum pendidikan utama seringkali tetap menjadi tantangan. Kurikulum abad ke-21 menuntut keterampilan di luar hafalan, menekankan pemikiran kritis, kolaborasi, dan kewarganegaraan global, yang selaras dengan prinsip-prinsip pendidikan perdamaian tetapi membutuhkan terjemahan pedagogis yang disengaja. Studi ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif, memanfaatkan analisis dokumen kerangka kurikulum nasional dan internasional bersama dengan wawancara semi-terstruktur dengan pendidik dan pengembang kurikulum. Penelitian ini secara khusus mengkaji bagaimana konsep perdamaian abstrak seperti nir-kekerasan, resolusi konflik, dan keadilan sosial dioperasionalkan menjadi tujuan pembelajaran, metodologi pengajaran, dan strategi penilaian di berbagai bidang studi. Temuan menunjukkan bahwa terjemahan yang berhasil dari teori ke praktik membutuhkan pendekatan seluruh sekolah, pelatihan guru yang berfokus pada pembelajaran pengalaman, dan pengembangan modul interdisipliner. Pembahasan menyoroti pentingnya menanamkan pendidikan perdamaian bukan sebagai mata pelajaran yang berdiri sendiri tetapi sebagai tema yang meresap di semua disiplin ilmu, menumbuhkan budaya sekolah yang mencontohkan interaksi damai. Integrasi yang efektif memerlukan pergeseran dari pengajaran didaktik ke pedagogi partisipatif dan transformatif, memberdayakan siswa untuk menjadi agen perdamaian aktif dalam komunitas mereka dan secara global.

 

Keywords

Pendidikan Kedamaian, Kurikulum Abad Ke-21, Integrasi Kurikulum, Pedagogi Transformasi, Resolusi Konflik.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.