LITERASI DIGITAL DAN KEDAMAIAN: MEMPERSIAPKAN GENERASI MUDA MENGHADAPI DISINFORMASI.
Abstract
Di era disinformasi yang merajalela, terutama di platform digital, membekali generasi muda dengan keterampilan literasi digital yang kuat adalah imperatif untuk menumbuhkan ketahanan terhadap narasi yang memecah belah dan mempromosikan perdamaian. Tanpa literasi digital yang memadai, kaum muda rentan terhadap manipulasi dan polarisasi, yang dapat merusak upaya pembelajaran sosial kedamaian. Penelitian ini mengkaji hubungan antara literasi digital dan kemampuan kaum muda untuk menavigasi lanskap informasi yang kompleks dan berkontribusi pada perdamaian. Penelitian ini menggunakan pendekatan survei, mengumpulkan data dari 1.000 siswa sekolah menengah di berbagai wilayah mengenai kebiasaan konsumsi media daring mereka, kemampuan untuk mengidentifikasi disinformasi, dan sikap terhadap isu-isu sosial yang kontroversial. Selain itu, kelompok fokus dilakukan untuk mengeksplorasi pengalaman dan perspektif mereka secara lebih mendalam. Hasil menunjukkan korelasi signifikan antara tingkat literasi digital yang lebih tinggi dan peningkatan kemampuan untuk membedakan antara informasi yang kredibel dan tidak kredibel, serta kecenderungan yang lebih rendah untuk menyebarkan konten yang memecah belah. Pembahasan menekankan bahwa pendidikan literasi digital harus melampaui keterampilan teknis untuk mencakup pemikiran kritis, evaluasi sumber, dan pemahaman tentang bias algoritmik. Ini juga harus menumbuhkan kewarganegaraan digital yang bertanggung jawab, mendorong kaum muda untuk terlibat secara konstruktif dalam diskusi daring dan melawan ujaran kebencian. Makalah ini menyimpulkan bahwa berinvestasi dalam literasi digital adalah komponen fundamental dari pembelajaran sosial kedamaian di abad ke-21, memberdayakan generasi muda untuk menjadi konsumen informasi yang cerdas dan agen perdamaian yang proaktif di dunia yang semakin digital.
Â
Keywords
Refbacks
- There are currently no refbacks.













