DIALOG ANTARAGAMA SEBAGAI MEKANISME PEMBELAJARAN SOSIAL UNTUK KOHESI SOSIAL.
Abstract
Konflik yang didorong oleh perbedaan agama merupakan ancaman signifikan terhadap kohesi sosial dan perdamaian di banyak bagian dunia. Dialog antaragama telah muncul sebagai mekanisme penting untuk menjembatani perpecahan, menumbuhkan pemahaman, dan mempromosikan koeksistensi damai. Namun, perannya sebagai bentuk pembelajaran sosial yang disengaja untuk meningkatkan kohesi sosial memerlukan eksplorasi lebih lanjut. Penelitian ini menganalisis efektivitas inisiatif dialog antaragama sebagai mekanisme pembelajaran sosial untuk kohesi sosial dalam dua komunitas yang sebelumnya mengalami ketegangan agama. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif, melibatkan observasi partisipan sesi dialog, wawancara mendalam dengan peserta dan fasilitator, dan analisis narasi pribadi. Temuan menunjukkan bahwa dialog antaragama yang difasilitasi dengan baik menciptakan ruang aman bagi peserta untuk mengatasi prasangka, berbagi pengalaman, dan menemukan kesamaan dalam nilai-nilai etika. Proses ini memfasilitasi pembelajaran tentang tradisi agama lain, mengurangi stereotip, dan membangun hubungan pribadi yang melampaui batas-batas agama. Pembahasan menekankan bahwa dialog antaragama yang berhasil berfungsi sebagai platform pembelajaran sosial transformatif, di mana peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan tetapi juga mengembangkan empati dan keterampilan komunikasi antaragama. Studi ini menyimpulkan bahwa mengintegrasikan dialog antaragama ke dalam kerangka pembelajaran sosial kedamaian dapat secara signifikan berkontribusi pada pembangunan masyarakat yang lebih inklusif dan kohesif, di mana perbedaan agama dipandang sebagai sumber kekayaan daripada perpecahan, dan di mana pemahaman bersama menumbuhkan perdamaian yang berkelanjutan.
Â
Keywords
Refbacks
- There are currently no refbacks.













